Mentrans Paparkan Strategi Transmigrasi di Unhan

Transmigrasi Jadi Strategi Bangun Ketahanan Nasional, Mentrans Sampaikan Kuliah Umum di Universitas Pertahanan
Transmigrasi Jadi Strategi Bangun Ketahanan Nasional, Mentrans Sampaikan Kuliah Umum di Universitas Pertahanan
banner 468x60

BOGOR, Radarjakarta.id – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa transmigrasi modern kini menjadi bagian integral dari strategi pembangunan ketahanan nasional. Hal ini disampaikannya dalam kuliah umum di Universitas Pertahanan (Unhan) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (27/10/2025), yang dihadiri oleh sekitar 600 mahasiswa sarjana dan pascasarjana.

Dalam paparannya, Mentrans Iftitah menjelaskan bahwa transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar program pemindahan penduduk, tetapi merupakan upaya strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

“Transmigrasi sangat erat kaitannya dengan peningkatan ketahanan dan pertahanan negara melalui pembangunan sumber daya manusia unggul di kawasan transmigrasi,” ujar Iftitah.

Menurutnya, arah kebijakan transmigrasi saat ini menekankan dua hal utama. Pertama, penguatan peran transmigrasi sebagai strategi nasional dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah tujuan transmigrasi.

“Kita ingin masyarakat di kawasan transmigrasi memiliki pendapatan dan daya beli yang lebih baik, sekaligus berkontribusi pada pajak yang menjadi sumber pembangunan negara,” kata Mentrans.

Kedua, transmigrasi diarahkan untuk membangun manusia unggul sebagai pondasi keberhasilan pembangunan nasional.

“Tidak mungkin transmigrasi sukses tanpa manusia-manusia unggul. Karena itu, membangun kualitas manusia menjadi fokus utama sebagaimana prioritas Presiden,” tambahnya.

Kuliah umum berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa Unhan. Salah satu kadet, Raditya Putra, menanyakan apakah program transmigrasi kini juga terbuka bagi masyarakat dengan latar belakang ekonomi dan pendidikan yang lebih baik.

Menjawab hal itu, Mentrans menjelaskan adanya Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP), yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan guru besar untuk meneliti potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program beasiswa pascasarjana bagi mahasiswa yang akan ditempatkan di kawasan transmigrasi untuk mencari solusi atas berbagai tantangan di lapangan.

“Ada transmigrasi patriot, diperuntukkan bagi penerima beasiswa S2 dari universitas terbaik seperti UPI, IPB, UGM, dan UNPAD. Mereka akan belajar dan meneliti langsung di kawasan transmigrasi. Ini adalah transmigran cendekia, orang-orang pintar dan unggul dengan IQ di atas 120,” jelas Iftitah.

Dalam sesi diskusi, beberapa mahasiswa memberikan pandangan tajam mengenai peran transmigrasi dalam mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya, Kadet Regina, menilai bahwa tugas tersirat Kementerian Transmigrasi adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Iftitah mengapresiasi kemampuan analisis para mahasiswa Universitas Pertahanan.

“Nalarnya sangat bagus, analisanya luar biasa. Bahkan ada jawaban yang di luar dugaan saya. Ternyata mereka lebih siap dan memahami makna transmigrasi hari ini,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Transmigrasi untuk memperluas pemahaman publik, khususnya generasi muda, tentang peran strategis transmigrasi dalam memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan manusia unggul.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.