Menteri Transmigrasi Tegaskan Transformasi Kawasan Berbasis SDM dan Ekonomi Inklusif

Menteri Transmigrasi Tegaskan Transformasi Kawasan Berbasis SDM dan Ekonomi Inklusif
Menteri Transmigrasi Tegaskan Transformasi Kawasan Berbasis SDM dan Ekonomi Inklusif
banner 468x60

BANDUNG, Radarjakarta.id – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia menegaskan komitmennya mempercepat pembenahan kawasan transmigrasi melalui dua fokus utama, yakni revitalisasi dan transformasi. Revitalisasi diarahkan pada penyelesaian persoalan mendasar seperti legalitas lahan dan infrastruktur dasar, sementara transformasi ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat membuka Pameran Ekspedisi Patriot ITB 2025 di Gedung Center for Arts, Design and Language (CADL), Institut Teknologi Bandung, Senin lalu (23/2).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurutnya, transformasi kawasan transmigrasi tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tetapi juga penguatan struktur ekonomi dan kualitas sumber daya manusia. “Program transformasi ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Menteri Iftitah juga mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Patriot ITB 2025 yang dinilai memberi kontribusi nyata melalui pendekatan akademik dan riset lapangan. Pameran tersebut menampilkan hasil kerja Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITB 2025 yang melahirkan ratusan rekomendasi strategis, mulai dari evaluasi kawasan, pengembangan komoditas unggulan, penguatan kelembagaan ekonomi, pemenuhan infrastruktur dasar, hingga penanganan konflik di kawasan transmigrasi.

Ia menekankan bahwa distribusi sumber daya manusia unggul menjadi elemen krusial dalam mendukung percepatan pembangunan. “Mendistribusikan SDM unggul ke kawasan transmigrasi adalah sebuah keharusan agar transformasi berjalan optimal,” tegasnya.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyampaikan bahwa program Ekspedisi Patriot sejalan dengan visi kampus untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdampak luas bagi masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan.

Program Ekspedisi Patriot ITB 2025 melibatkan 57 tim yang dipimpin 57 dosen dari 13 fakultas dan sekolah, serta 228 anggota yang terdiri atas mahasiswa aktif dan alumni. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 3,5 bulan, sejak 26 Agustus hingga 9 Desember 2025, di 29 kawasan transmigrasi yang tersebar di 21 provinsi, dari Aceh hingga Papua.

Kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi dan ITB diharapkan terus diperkuat guna mempercepat revitalisasi serta transformasi kawasan transmigrasi menuju pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.