Menggetarkan! Suasana Haru Warnai Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Lapas Purwokerto

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Purwokerto – Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purwokerto saat ratusan warga binaan dan petugas berkumpul dalam upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-117, Senin (20/5). Di balik jeruji besi, semangat nasionalisme justru terasa membara, menjadikan momen ini bukan sekadar seremoni, tapi simbol kebangkitan bersama.

Upacara dimulai dengan pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya yang menggema di seluruh penjuru lapas. Seluruh peserta berdiri tegap—mata menatap bendera, hati tergetar. Hening cipta pun dilakukan, mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi negeri ini.

Tak hanya seremonial, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi mendalam. Pembacaan Teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 mengingatkan kembali bahwa semangat kebangkitan lahir dari nilai-nilai luhur bangsa yang tak lekang oleh zaman.

Puncak acara terjadi ketika Inspektur Upacara membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI. Dalam pesannya, Menteri menekankan bahwa kebangkitan bukan hanya kenangan sejarah, tetapi semangat yang terus hidup. “Kebangkitan adalah ikhtiar tanpa henti. Ia menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Menteri juga menyinggung tantangan besar di era disrupsi digital, ketegangan geopolitik, dan pentingnya menjaga kedaulatan digital bangsa. Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia tetap melangkah mantap, menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan kemandirian.

Sejumlah program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis, layanan kesehatan inklusif, dan pelatihan vokasi, disebut sebagai langkah nyata dalam membumikan semangat kebangkitan. Tak kalah menarik, peresmian AI Centre of Excellence di Papua menjadi bukti bahwa Indonesia tidak tertinggal dalam transformasi digital global.

“Mari kita jaga kebangkitan ini seperti akar pohon—tumbuh perlahan, tak terlihat, namun kuat menopang kehidupan. Inilah kebangkitan sejati: yang berakar pada kemanusiaan, dan berbuah keadilan serta kesejahteraan bersama,” tutup Menteri, disambut tepuk tangan meriah.

Bagi Lapas Purwokerto, momen ini bukan sekadar peringatan. Ia adalah cermin harapan, bahwa di balik pagar dan pengawasan, tekad untuk bangkit, belajar, dan berkontribusi bagi negeri tetap menyala. Kebangkitan memang bukan milik satu golongan, tetapi milik setiap jiwa yang ingin berubah, tumbuh, dan memberi makna baru bagi Indonesia. | Eva*

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.