Mendikti Saintek Mendadak Datang Malam-Malam ke Istana Naik Motor Patwal, Kenapa?

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Suasana Istana Negara mendadak menjadi pusat perhatian publik pada Kamis (15/1/2026) malam. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto tiba secara tak biasa: dibonceng motor patwal BMW K1600B, melaju cepat menembus penjagaan, tepat pukul 20.25 WIB.

Mengenakan batik cokelat, Brian tak mengucap sepatah kata pun kepada awak media. Tanpa penjelasan, ia langsung masuk ke ruang tunggu Istana. Sikap tertutup itu justru memicu spekulasi, mengingat kedatangannya berlangsung larut malam dan dilakukan secara tergesa.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Tak lama berselang, mobil dinas Brian berpelat RI 25-7 menyusul memasuki kompleks Istana. Kehadiran dua moda sekaligus memperkuat kesan bahwa pertemuan tersebut bersifat penting dan strategis.

Kunjungan mendadak ini terjadi hanya beberapa jam setelah Brian mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan besar yang dihadiri lebih dari 1.000 rektor, guru besar, dan dekan dari seluruh Indonesia. Dalam forum itu, isu masa depan bangsa, geopolitik global, dan kemandirian nasional menjadi sorotan utama.
Di hadapan para akademisi,

Presiden Prabowo menegaskan bahwa dunia tengah mengalami pergeseran geopolitik besar. Setiap negara, termasuk Indonesia, dituntut untuk mandiri, tangguh, dan mampu bertahan di tengah ketidakpastian global. Pendidikan tinggi disebut sebagai benteng utama.

“Perguruan tinggi harus menjadi lokomotif penguasaan sains dan teknologi nasional,” ujar Brian mengutip pesan Presiden.

Indonesia yang kaya sumber daya alam, menurut Prabowo, tak akan berarti tanpa SDM unggul yang siap bersaing secara global.

Dalam momentum strategis tersebut, Brian juga mengumumkan kabar besar bagi generasi muda Indonesia. Pemerintah telah menyiapkan 5.750 kuota Beasiswa LPDP tahun anggaran 2026, angka yang mencerminkan keseriusan negara dalam investasi jangka panjang SDM.

Rinciannya, 1.000 beasiswa Garuda untuk jenjang S1, 4.000 kuota untuk S2 dan S3, serta 750 kursi khusus bagi doktor spesialis. Brian menegaskan, fokus beasiswa pascasarjana kini akan lebih tajam dan selektif, diarahkan pada bidang strategis yang menopang daya saing bangsa.

“Setiap tahun Indonesia meluluskan sekitar 1,7 juta sarjana. Ini potensi luar biasa. Negara harus hadir memastikan mereka tumbuh menjadi kekuatan utama bangsa,” tegas Brian.

Meski tak memberi pernyataan soal agenda pertemuan malamnya dengan Presiden, sinyal yang ditangkap publik jelas: pendidikan tinggi, sains, dan teknologi kini berada di jantung strategi nasional. Dan langkah Brian malam itu, cepat dan senyap, menjadi simbol bahwa arah besar kebijakan sedang diputuskan di balik dinding Istana.|Bemby*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.