JAKARTA, Radarjakarta.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, pemerintah semakin gencar melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus meningkatkan kebersihan pasar rakyat.
Salah satunya kegiatan melalui aksi bersih pasar yang digelar di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq serta Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Pasar Kramat Jati.
Selain melakukan aksi bersih-bersih lingkungan pasar, rombongan juga melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi pasar, memantau harga bahan pokok.
Tak hanya itu, serta memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat menjelang meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa kebersihan pasar rakyat merupakan faktor penting agar pasar tradisional tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus pilihan utama masyarakat untuk berbelanja.
Menurutnya, pasar rakyat memiliki potensi lebih dari sekadar tempat transaksi jual beli. Jika dikelola dengan baik dan bersih, pasar juga bisa berkembang menjadi destinasi wisata kuliner yang menarik bagi masyarakat.
“Pasar tidak hanya menjadi tempat belanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bisa menjadi alternatif wisata kuliner. Karena itu, jika pasar semakin bersih dan tertata, tentu akan semakin ramai pengunjung. Masyarakat menjadi lebih sehat dan ekonomi Indonesia juga akan semakin kuat,” ujar Budi.
Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong pengelolaan pasar rakyat yang lebih modern, bersih, dan nyaman agar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa kegiatan aksi bersih pasar tersebut merupakan bagian dari implementasi program Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan.
Program ini bertujuan mendorong seluruh pemangku kepentingan di pasar rakyat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan pasar serta menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis kawasan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Pelaksanaan gerakan tersebut juga diperkuat melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2025 tentang pelaksanaan Gernas Mapan di seluruh pasar rakyat di Indonesia.
“Pasar adalah simpul budaya yang mempertemukan berbagai karakter masyarakat. Oleh karena itu, kebersihan pasar seharusnya mencerminkan budaya bersih masyarakatnya. Inisiatif ini terus kita dorong bersama,” ucap Hanif.
Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola pasar, aparat hingga masyarakat untuk bergotong royong mengatasi persoalan sampah.
“Kita harus bekerja bersama dalam menangani masalah sampah. Tanpa kolaborasi semua pihak, persoalan ini tidak akan pernah selesai,” tegasnya.
Aksi bersih pasar yang dilakukan pemerintah tersebut mendapat sambutan positif dari para pedagang di Pasar Kramat Jati. Salah satunya Ati, pedagang telur yang telah lama berjualan di pasar tersebut.
Ati mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut karena membuat lingkungan pasar menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Menurutnya, kegiatan bersih-bersih pasar sebenarnya juga sudah cukup rutin dilakukan oleh pihak kelurahan setempat sehingga kondisi pasar tetap terjaga.
Di sisi lain, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jakarta Timur terus menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam pengelolaan sampah.
Salah satu program yang saat ini digencarkan adalah pemilahan sampah berbasis rumah tangga hingga tingkat rukun warga (RW).
Munjirin menjelaskan bahwa sosialisasi program tersebut dilakukan secara masif kepada masyarakat agar kesadaran mengelola sampah dapat dimulai dari lingkungan terkecil.
“Program ini terus kami sosialisasikan bahkan dari rumah ke rumah. Saat ini beberapa kecamatan seperti Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, dan Pasar Rebo sudah memiliki bank sampah induk yang terpusat di Ciracas untuk menampung sampah anorganik,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan bank sampah tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar kebiasaan memilah sampah dapat dimulai dari rumah tangga.
“Ini bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat agar budaya memilah sampah bisa dimulai dari rumah,” pungkas Munjirin.|Guffe*











