JAKARTA, Radarjakarta.id – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadan, jutaan umat Muslim di berbagai penjuru dunia meningkatkan ibadah dengan harapan meraih malam paling agung yang disebut Lailatul Qadar. Malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan ini menjadi momen spiritual paling dinanti setiap tahun.
Di berbagai masjid, suasana ibadah terlihat semakin khusyuk. Sholat malam, qiyamul lail, hingga memperbanyak doa dan istighfar menjadi amalan utama yang dilakukan umat Islam. Banyak jamaah memilih menghabiskan malam dengan sholat sunnah seperti Salat Tarawih, tahajud, dan witir sambil memohon ampunan serta keberkahan hidup.
Para ulama menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar biasanya dicari pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Karena itu, banyak masjid dipenuhi jamaah yang sengaja melakukan i’tikaf berdiam diri di rumah ibadah untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak sholat malam.
Fenomena ini terlihat jelas di kota-kota besar hingga daerah pelosok. Jamaah rela begadang hingga dini hari demi merasakan kedamaian spiritual yang diyakini hadir pada malam kemuliaan tersebut. Sebagian bahkan menyebut suasana sepertiga malam terakhir Ramadan sebagai “malam paling sunyi namun paling dekat dengan Tuhan”.
Para tokoh agama juga mengingatkan bahwa inti dari pencarian malam Lailatul Qadar bukan sekadar begadang di masjid, tetapi memperbaiki hati, memperbanyak doa, dan memohon pengampunan. Dalam keyakinan Islam, siapa pun yang beribadah dengan penuh keimanan pada malam itu diyakini akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Menjelang penghujung Ramadan, semangat ibadah pun semakin terasa. Dari lantunan ayat suci hingga sujud panjang dalam sholat malam, umat Muslim berharap satu hal: semoga malam yang penuh rahmat itu benar-benar datang dan membawa keberkahan bagi kehidupan mereka.***











