Minan bersama keluarganya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, memainkan alat musik Tanjidor dengan penuh semangat. Suara harmonis dari alat musik tradisional Betawi ini mengisi udara, menciptakan suasana yang hangat dan akrab. Sabtu, (31/05/25).
Di tengah derasnya arus modernisasi, Minan dan keluarganya berkomitmen untuk melestarikan Musik Tanjidor, sebuah warisan budaya yang telah ada sejak lama. Dengan penuh dedikasi, mereka memperkenalkan musik khas Betawi ini kepada generasi muda dan anak-anak di lingkungan sekitar.

Anak-anak di kawasan Jagakarsa terlihat antusias saat belajar memainkan alat musik Tanjidor. Minan dan keluarganya berusaha menanamkan kecintaan terhadap musik tradisional ini kepada generasi penerus.
“Kami harap musik Tanjidor ini bisa bertahan dari gempuran budaya asing,” ungkap Minan, yang merasa penting untuk menjaga identitas budaya Betawi di tengah perkembangan zaman.

Minan berinteraksi dengan anak muda di sekitar, menjelaskan sejarah dan makna dari Musik Tanjidor. Ia berharap, dengan pengetahuan yang tepat, generasi muda akan lebih menghargai dan melestarikan budaya mereka sendiri.
Minan juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jakarta untuk pelestarian Musik Tanjidor. “Kami ingin agar musik ini tidak hanya menjadi kenangan, tetapi tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” tambahnya.

Pertunjukan Musik Tanjidor oleh Minan dan keluarganya di acara komunitas, menarik perhatian warga sekitar. Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan terlihat jelas saat mereka memainkan musik tradisional ini.
Dengan semangat dan usaha yang tak kenal lelah, Minan dan keluarganya menjadi contoh nyata bagaimana cinta terhadap budaya dapat menginspirasi dan menggerakkan masyarakat untuk melestarikan warisan yang berharga.











