Radarjakarta.id | JAKARTA – Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan nama nominasi yang disodorkannya dalam ajang Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia atau Zayed Award for Human Fraternity 2024 masuk ke tahap berikutnya.
Megawati dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Paus Fransiskus, di Vatikan, pada Senin (18/12/2023) mendatang.
Hal itu disampaikan Megawati kepada wartawan seusai mengikuti rapat sesi pertama bersama 5 tokoh dewan juri Zayed Award di Hotel de Russie, Roma, Minggu (17/12/2023) siang waktu setempat. Rapat tersebut digelar tertutup dari wartawan.
Ketua DPP PDIP Bidang Hukum Yasonna H Laoly serta Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah dan Zuhairi Misrawi, yang keduanya juga merupakan perwakilan Megawati dalam Zayed Award 2024 terlihat turut mendampingi ketua umum PDIP itu dalam rapat tersebut.
“Alhamdulillah, ternyata apa yang saya nominasikan banyak juga yang sama. Karena kita mendapatkan latar belakang mereka masing-masing,” kata Megawati dalam keterangannya, Senin (18/12/2023).
Megawati pun menjelaskan soal mekanisme penjurian Zayed Award yang dilakukannya bersama 5 tokoh dunia tersebut. Di mana, setiap dewan juri akan melakukan nominasi terhadap 45 daftar nama yang telah masuk di tahap sebelumnya. Kemudian, diskusi dilakukan dengan membagi para panel juri menjadi 5 kelompok. Lalu, setiap kelompok mengusulkan 5 nama yang dinyatakan layak untuk lolos ke tahap seleksi akhir.
“Ini karena itu hanya mengambil dari segitu banyak sekitar 45 orang yang akan dinominasikan, dan di dalam diskusi kami, tadi dikerucutkan dari 5 kelompok, menjadi menjadi 5 orang tiap kelompok,” ungkap Megawati.
Lebih lanjut, Ketua Dewan Pengarah BPIP ini menambahkan, para rapat di sesi kedua yang digelar sore nanti, para dewan juri akan kembali menyeleksi daftar nama nominasi pemenang Zayed Award. Adapun, puncak pengumuman yang akan di gelar di Abu Dhabi pada 4 Februari 2024 mendatang, bertepatan pada peringatan Hari Persaudaraan Manusia Internasional yang diakui PBB.
Zayed Award ini digelar untuk mengapresiasi individu dan entitas yang berkontribusi besar terhadap kemajuan peradaban manusia dan hidup berdampingan secara damai.
Zayed Award pertama kali dilaksanakan pada 2019 setelah penandatanganan dokumen persaudaraan manusia yang bersejarah oleh Paus Fransiskus dan Ahmed Al-Tayeb Imam Besar Al-Azhar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Pemenang Zayed Award akan mendapatkan hadiah senilai US$ 1 juta.
Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia didirikan pada tanggal 4 Februari 2019, untuk menandai pertemuan bersejarah di Abu Dhabi antara Yang Mulia Profesor Ahmed Al-Tayeb Imam Besar Al-Azhar dan Yang Mulia Paus Fransiskus, di mana mereka ikut menandatangani Dokumen Perjanjian Persaudaraan Manusia.
Mengingat signifikansi historis dari deklarasi ini-yang menyerukan rekonsiliasi dan perdamaian di antara umat manusia-kedua pemimpin agama tersebut dinobatkan sebagai penerima kehormatan Zayed Award for Human Fraternity pada tahun 2019. | Eka*










