MEDAN, Radarjakarta.id – Polemik median jalan di beberapa ruas utama Kota Medan terus memicu keluhan warga. Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, menyoroti median di Jalan Karya Wisata, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Letda Sujono yang dianggap menyulitkan mobilitas masyarakat.
“Ada laporan masyarakat terkait penutupan median di Jalan Sisingamangaraja. Warga harus memutar jauh, ini sangat memberatkan. Apa kajian ke depan terkait hal ini?” ujar Paul dalam Rapat Evaluasi Kerja Triwulan IV Komisi IV DPRD Medan dengan Dinas Perhubungan, Senin (5/1/2026).
Paul menegaskan, median jalan justru menambah kemacetan karena memaksa kendaraan memutar dan memakan badan jalan.
“Kalau gara-gara Pak Ogah harus dikorbankan masyarakat, termasuk saya yang sering ke Bandara Kuala Namu via tol, jelas ini tidak tepat,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Medan, Suriono, menanggapi keluhan itu. Dia menjelaskan, beberapa median, seperti di Jalan Karya Wisata depan perumahan J City dan Taman Cadika, memang sempat mendapat keluhan terutama dari pihak sekolah karena menutup akses pelajar SD.
Terkait Jalan Letda Sujono, Suriono mengaku sudah mengadakan rapat lintas OPD, termasuk Jalan Tol dan Balai Jalan Nasional. “Awalnya kami ingin mengaktifkan traffic light di bawah terowongan. Tapi karena anggaran belum tersedia, alternatif sementara ini dipilih,” jelasnya.
Meski penjelasan telah disampaikan, Paul tetap meminta Dinas Perhubungan meninjau ulang pemasangan median yang dianggap memberatkan warga.
“Kalau satu titik tidak efisien, kenapa tidak diperbaiki? Ini kan aturan saja, jangan sampai masyarakat dirugikan,” tegasnya.
Selain jalanan, Revitalisasi Lapangan Merdeka yang ditargetkan rampung 2025 juga menjadi sorotan.
Wali Kota Rico Waas sempat menargetkan seluruh fasilitas siap digunakan, namun pantauan pers Senin (5/1/2026) menunjukkan parkir bawah tanah, alat olahraga, tribun, dan trek lari masih belum selesai, bahkan beberapa lokasi masih tertutup debu dan material pembangunan.
Rico menegaskan akan meninjau progres pembangunan dan segera menyelesaikan fasilitas pendukung.
“Kami berharap ada progress yang baik,” ujarnya, tanpa menyebut waktu pasti rampungnya.
Revitalisasi Lapangan Merdeka menelan anggaran Rp 497 miliar sejak 2022-2024, ditambah Rp 78,5 miliar pada 2025 untuk sarana pendukung.|Budi Doremi*











