MBG Lancar di Lombok Timur, Sekolah dan Dapur Kompak Jaga Kualitas Gizi

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Timur berjalan tanpa hambatan berarti. Sejak dimulai tiga bulan lalu, pelaksanaannya dinilai sukses berkat koordinasi erat antara pihak sekolah, guru, dan dapur penyedia makanan. Pemerintah daerah pun terus melakukan pemantauan langsung demi menjaga kualitas gizi dan cita rasa hidangan bagi siswa.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, yang juga Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG, mengatakan kunci keberhasilan program ini adalah komunikasi yang terbuka dan penyesuaian cepat di lapangan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Saya pantau langsung di MTs Negeri 1 Lombok Timur karena jumlah siswanya paling banyak, 1.182 orang. Alhamdulillah, tidak ada kasus seperti yang ramai diberitakan di media sosial,” ujar Juaini saat meninjau sekolah tersebut, Senin, 13 Oktober 2025.

Menurut Juaini, fleksibilitas waktu penyajian menjadi salah satu faktor penting menjaga kualitas makanan. “Penyajiannya dilakukan pukul 09.30 saat istirahat. Jadi makanan masih segar dan waktu belajar tidak terganggu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa program MBG bukan hanya tentang memberikan makanan gratis, melainkan memastikan siswa mendapatkan asupan bergizi dan lezat. “Kalau gizinya bagus tapi rasanya tidak enak, anak-anak enggan makan. Alhamdulillah, kalau ada menu yang dikeluhkan, dapur segera menyesuaikan tanpa mengurangi nilai gizinya,” tambahnya.

Juaini menilai kesuksesan MBG sangat bergantung pada kemauan semua pihak untuk saling mendengar. “Sukses tidaknya program ini tidak sesederhana yang kita bayangkan. Harus ada dukungan dari sekolah, guru, dan penyedia yang siap bekerja sama,” ujarnya.

Kepala MTsN 1 Lombok Timur, H. Lalu Sundana, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan MBG di sekolahnya berjalan lancar. “Alhamdulillah, tidak ada kendala. Murid-murid senang dan makanan selalu habis. Kalau ada menu yang kurang cocok, sekolah bisa langsung koordinasi dengan dapur,” katanya.

Ia berharap program ini bisa berlanjut karena memberi dampak positif terhadap semangat belajar siswa. “Anak-anak lebih fokus dan tidak cepat lelah saat belajar sampai siang. Kami juga berharap guru dan petugas yang membantu mendapat insentif agar semakin bersemangat,” ujarnya.

Lombok Timur Siapkan Sekolah Garuda Nusantara

Selain meninjau program MBG, Sekda Juaini Taofik juga mengungkapkan perkembangan rencana pendirian Sekolah Garuda Nusantara di Lombok Timur. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare dan berkoordinasi dengan Kantor Staf Presiden (KSP) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Begitu mendengar adanya program Sekolah Garuda Nusantara, Pak Bupati langsung menyiapkan lahan dan kelengkapan administrasi seperti IMB dan proposal. Pertemuan dengan pemerintah pusat juga sudah dilakukan,” kata Juaini.

Ia optimistis penetapan Lombok Timur sebagai lokasi Sekolah Garuda Nusantara bisa dilakukan pada akhir 2025. “Sekolah ini akan menjadi lompatan besar bagi pendidikan di Lombok Timur. Kami ingin anak-anak di sini nantinya bisa menembus universitas kelas dunia seperti Harvard atau MIT,” ujarnya.

Dengan jumlah penduduk mencapai 26 persen dari total populasi Nusa Tenggara Barat, Lombok Timur dinilai layak menjadi pusat pendidikan unggul di kawasan timur Indonesia. “Kami fokus menyiapkan lahan dan dokumen pendukung, karena siswa yang akan belajar nanti bukan hanya dari Lombok Timur, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia,” tutup Juaini.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.