PATI, Radarjakarta.id – Warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di dalam rumah yang dipenuhi tumpukan sampah hingga menggunung. Penemuan mengerikan itu terjadi pada Sabtu (25/10/2025) dan langsung viral di media sosial karena kondisi rumah korban yang nyaris tak bisa diinjak akibat sampah yang menumpuk.
Korban diketahui bernama Yofi Lefiandri (50), warga asal Bandung yang tinggal seorang diri sejak tahun 2017 di Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo. Pria itu dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan tetangga. Warga terakhir kali melihatnya sekitar lima hari sebelum ditemukan tak bernyawa.
Kapolsek Margorejo AKP Dwi Kristiasan mengungkapkan, penemuan jasad bermula dari laporan tetangga yang mencium bau busuk menyengat dari rumah korban sekitar pukul 13.00 WIB. “Rumah korban terkunci dari dalam. Setelah dibuka bersama perangkat desa dan petugas, korban ditemukan meninggal dunia di kamar yang penuh tumpukan sampah,” ujarnya, Minggu (26/10).
Menurut hasil pemeriksaan dokter dari Puskesmas Margorejo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Polisi menduga korban meninggal akibat serangan jantung (cardiac arrest). Namun, kondisi jasad sudah mulai membusuk akibat beberapa hari tidak ditemukan.
Warga sekitar mengaku histeris melihat kondisi rumah korban yang tidak wajar. “Bau bangkai sudah terasa dari luar rumah. Kami kira tikus mati, tapi setelah diperiksa, ternyata korban sudah meninggal. Sampahnya sampai menutupi lantai,” ujar Prihanto, tetangga korban.
Video rekaman penemuan jasad itu pun menyebar luas di TikTok dan media sosial lainnya. Dalam video berdurasi satu menit yang diunggah akun @aya*, tampak setiap ruangan rumah dipenuhi sampah plastik dan lalat beterbangan. “Warga Pati dihebohkan dengan penemuan mayat di rumah penuh sampah. Pemilik rumah hidup menyendiri selama delapan tahun dan hanya keluar untuk beli makanan,” tulis keterangan video yang kini sudah ditonton lebih dari 1,3 juta kali.
Kasus ini sontak menjadi perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai kehidupan pribadi korban. Polisi memastikan tidak ada unsur kekerasan, namun akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian Yofi Lefiandri yang dikenal sebagai sosok tertutup dan misterius itu.***











