Mata Kuliah di Balik Jeruji: Mahasiswa Hukum UNPAR “Blusukan” ke Lapas Tangerang

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Tangerang — Ada yang berbeda di Lapas Kelas I Tangerang hari ini. Deretan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) tampak antusias menapaki lorong-lorong lembaga pemasyarakatan, bukan sebagai pengunjung biasa, melainkan dalam misi akademik: membedah langsung sistem pemasyarakatan Indonesia dari balik jeruji besi.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Studi Lapangan mata kuliah Penologi dan Pemasyarakatan, yang bertujuan mengajak mahasiswa melihat sendiri bagaimana hukum tidak berhenti di ruang sidang, melainkan hidup dan berjalan di tengah proses pembinaan narapidana.

“Ini momen langka dan sangat penting,” ujar Kalapas Kelas I Tangerang, dalam sambutan pembukaan di Gelanggang Olahraga (GOR) Lapas. “Kami ingin mahasiswa memahami bahwa pemasyarakatan bukan sekadar penahanan, tapi pendidikan, pemberdayaan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan.”

Dari Vonis ke Vokasi

Usai seremoni pembukaan dan pertukaran cinderamata simbolik antara UNPAR dan Lapas, para mahasiswa diajak menyaksikan langsung bagaimana pembinaan kemandirian dijalankan. Mereka mengunjungi Gedung Bimbingan Kerja, menyaksikan pembuatan Paving Blok, pengelolaan Dapur Sehat, hingga produksi di Greenhouse.

Setiap sudut lapas menjadi “kelas nyata” yang mengajarkan bagaimana proses hukum sejatinya terus berjalan bahkan setelah vonis dijatuhkan. Bagi mahasiswa, melihat langsung proses ini menjadi pengalaman yang menggugah: bahwa pemidanaan bisa bersanding dengan harapan dan pemulihan sosial.

“Kegiatan ini memberi mahasiswa pemahaman konkret soal pendekatan humanis dalam sistem pemasyarakatan Indonesia,” ujar Djisman Samosir, S.H., M.H., Dosen Koordinator mata kuliah Penologi dan Pemasyarakatan. “Kami sangat mengapresiasi keterbukaan dan keramahtamahan Lapas Kelas I Tangerang.”

Belajar Hak Asasi dari Balik Dapur

Salah satu titik kunjungan yang menyita perhatian adalah Dapur Sehat, di mana warga binaan dilatih menyajikan makanan bergizi dan higienis. Bagi mahasiswa, tempat ini menjadi bukti bahwa meski terkurung, hak asasi tetap dijunjung termasuk hak atas makanan layak.

“Kami tak menyangka, dapurnya modern, bersih, dan terstandar. Ini bukti bahwa pemasyarakatan hari ini sudah sangat berkembang,” komentar salah satu mahasiswa peserta studi lapangan.

Menumbuhkan Perspektif Humanis bagi Calon Penegak Hukum

Lebih dari sekadar studi lapangan, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa sistem hukum bukan hanya soal hukuman, tetapi juga pemulihan, pembinaan, dan kemanusiaan. Mahasiswa diajak melihat narapidana bukan sebagai akhir cerita, tapi sebagai individu yang berproses untuk bangkit.

Kegiatan ini diharapkan memperluas perspektif para calon penegak hukum agar lebih bijak, adil, dan manusiawi dalam menjalankan profesinya kelak. | Eva*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.