Tangsel memanas! Markas ormas GRIB Jaya yang berdiri di atas lahan milik negara resmi dibongkar paksa oleh aparat gabungan. Tak tanggung-tanggung, 17 orang langsung diciduk!
RADAR JAKARTA|Tangsel — Drama mendebarkan terjadi di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (24/5/2025), saat markas ormas GRIB Jaya yang berdiri di atas tanah milik BMKG digulung habis oleh aparat gabungan. Pembongkaran ini menjadi puncak dari ketegangan panjang antara negara dan ormas yang dituding menguasai lahan negara secara ilegal.
Baku Hantam Argumen: BMKG vs GRIB Jaya
Ketegangan tak terelakkan. Adu mulut panas antara perwakilan BMKG dan anggota GRIB Jaya sempat mewarnai lokasi pembongkaran. Seorang anggota GRIB bernama Hika bahkan lantang menyebut BMKG sebagai “preman berseragam negara” karena dianggap mengeksekusi lahan tanpa surat pengadilan.
“Kalau tidak ada surat eksekusi pengadilan, siapa preman sebenarnya? BMKG atau kami?” tantang Hika keras di depan aparat.
Namun pihak BMKG memilih diam dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan Satpol PP.
426 Personel Dikerahkan, 17 Orang Ditangkap
Aksi pembongkaran dipimpin langsung oleh aparat gabungan dari Polda Metro Jaya dan Satpol PP Tangsel. Tak main-main, sebanyak 426 personel diterjunkan! Hasilnya? Sebanyak 17 orang diamankan. Dari jumlah itu, 11 orang merupakan anggota GRIB Jaya dan 6 lainnya mengaku sebagai “ahli waris” yang mengklaim kepemilikan lahan BMKG.
“Modus mereka jelas, menduduki lahan milik negara tanpa hak dan menyewakannya secara ilegal,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.
Pungli Sadis: Pecel Lele Kena Rp3,5 Juta, Pedagang Kurban Rp22 Juta!
Polisi mengungkap praktik pungli yang mengejutkan. Para pedagang yang menyewa lahan dipaksa membayar tarif tak masuk akal.
“Pengusaha pecel lele dipungut Rp3,5 juta per bulan. Pedagang hewan kurban bahkan dimintai Rp22 juta!” beber Ade Ary.
Uang tersebut langsung ditransfer ke seorang pria berinisial Y, yang diketahui sebagai Ketua DPC GRIB Jaya Tangsel. Ini menambah daftar panjang dugaan praktik pemerasan berkedok ormas.
Markas Loreng Dibongkar, Barang-Barang Dikeluarkan, Senjata Tajam Ditemukan
Sebelum pembongkaran, polisi menggeledah markas yang dicat loreng itu. Hasilnya cukup mencengangkan: atribut GRIB Jaya, bendera, topi, pakaian, hingga bambu runcing berujung paku ditemukan di dalamnya.
Perabotan seperti TV, meja, lemari, gitar hingga sound system juga ikut dikeluarkan. Setelah steril, eskavator kuning menghantam bangunan, meratakan markas GRIB Jaya ke tanah.
BMKG: Proyek Gedung Arsip Terhambat Dua Tahun!
Plt Kepala Biro Hukum BMKG, Akhmad Taufan Maulana, mengungkap bahwa lahan seluas 127.780 meter persegi itu sudah dua tahun dikuasai ormas dan menggagalkan pembangunan gedung arsip nasional BMKG.
“Papan proyek kami ditutupi spanduk ‘Tanah Milik Ahli Waris’. Alat berat diusir, dan pekerja kami dipaksa menghentikan proyek,” keluh Taufan.
Netizen Meledak!
Berita pembongkaran ini langsung meledak di media sosial. Ribuan netizen menyerbu kolom komentar:
“Ormas kok nyewa-nyewain tanah negara, mau jadi mafia tanah?!”
“Dukung aparat! Bersihkan preman berkedok ormas!”
“BMKG diam, tapi tindakan tegas. Keren!”
“Premanisme gaya baru. Semoga ini jadi awal bersih-bersih nasional!”
Negara Tegas: “Tidak Akan Kalah dari Premanisme!”
“Negara tidak boleh kalah dari aksi premanisme, apapun bentuknya dan siapapun dalangnya!” tegas Ade Ary, menyiratkan bahwa aparat akan memburu aktor intelektual di balik skandal ini. (*)
Markas Ormas GRIB Jaya Digulung Aparat, Terbongkar Praktik Pungli Miliaran di Lahan BMKG










