Malam Bersejarah di Paris: Prabowo Dijamu Macron di Istana Élysée

banner 468x60

PARIS, Radarjakarta.id – Langit Paris yang gelap menjadi saksi momen diplomatik penting Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menerima jamuan makan malam pribadi dari Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Jumat malam (23/1/2026).

Pertemuan eksklusif ini bukan sekadar agenda kenegaraan, melainkan sinyal kuat semakin eratnya hubungan strategis Jakarta–Paris di tengah dinamika global.

Prosesi penyambutan berlangsung khidmat. Pasukan jajar kehormatan lengkap dengan iringan musik militer menyambut kedatangan Presiden Prabowo di pelataran Istana Élysée. Emmanuel Macron secara langsung menghampiri Prabowo, berjabat tangan erat, bahkan berpelukan sebuah gestur personal yang jarang terlihat dalam diplomasi formal.

Keduanya kemudian melangkah berdampingan menuju Le Salon des Portraits, ruang bersejarah tempat jamuan santap malam pribadi berlangsung. Meski suhu Paris mencapai 6 derajat Celsius, suasana pertemuan justru terasa hangat dan cair. Dialog berlangsung santai, namun sarat kepentingan strategis dua negara.

Jamuan tersebut menjadi simbol kepercayaan dan kedekatan yang telah terbangun lama antara Indonesia dan Prancis, mencakup kerja sama pertahanan, ekonomi, hingga isu global. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Presiden Macron menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia serta keselarasan pandangan kedua negara terhadap isu internasional, termasuk dalam kerangka kepemimpinan Prancis di G-7.

Kunjungan Prabowo ke Paris merupakan bagian dari rangkaian diplomasi Eropa setelah sebelumnya menyelesaikan lawatan kenegaraan ke Inggris. Di London, Prabowo bertemu Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III, menghasilkan sejumlah terobosan besar, termasuk komitmen Inggris memproduksi 1.582 kapal nelayan untuk Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut proyek tersebut berpotensi membuka sekitar 600 ribu lapangan kerja karena proses produksi dan perakitan akan dilakukan di dalam negeri. Selain itu, Inggris juga menyatakan komitmen investasi sebesar 4 miliar poundsterling atau setara Rp90 triliun.

Di sektor pendidikan, Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan 24 profesor dari universitas top Inggris seperti Oxford, King’s College London, Imperial College London, dan University of Edinburgh. Pemerintah Indonesia berencana membangun 10 kampus baru, terutama di bidang kedokteran dan STEM, sebagai lompatan besar pembangunan sumber daya manusia.

Rangkaian diplomasi global Prabowo berlanjut ke Davos, Swiss. Dalam forum World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, Presiden Prabowo tampil sebagai pembicara utama, memaparkan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau 59,8 juta penerima manfaat, serta sikap tegas pemerintah mencabut izin perusahaan yang melanggar hukum di sektor tambang, hutan, dan perkebunan.

Di Davos pula, Prabowo menandatangani Piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sebagai upaya global menghentikan konflik Gaza dan perang Palestina–Israel.

Jamuan Macron kepada Prabowo di Istana Élysée kali ini menambah daftar pertemuan penting kedua pemimpin. Sebelumnya, pertemuan serupa terjadi pada Juli 2024 dan Juli 2025, bahkan sebelum Prabowo resmi menjabat sebagai Presiden RI.

Diplomasi aktif yang dijalankan Presiden Prabowo menegaskan posisi Indonesia kian diperhitungkan di panggung internasional. Dari London, Davos, hingga Paris, langkah-langkah strategis tersebut memperkuat pesan bahwa Indonesia siap tampil sebagai pemain utama dalam percaturan global.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.