Mahasiswa Universitas Indonesia Tinjau Inovasi Produk FABA di Lapas Kelas I Tangerang

banner 468x60

Tangerang, RadarJakarta.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang menjadi sorotan positif setelah menerima kunjungan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dalam kegiatan peninjauan langsung terhadap produk Fly Ash Bottom Ash (FABA) hasil karya warga binaan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kolaborasi riset antara UI dan PT PLN (Persero) yang bertujuan mendukung pembangunan showcase house atau rumah contoh berbasis material FABA sebagai wujud penerapan ekonomi hijau di sektor konstruksi.

Rombongan mahasiswa UI datang bersama Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Pusat, Prima, serta Manajer TJSL PLN Pusat, Pandhu, yang turut mendampingi kegiatan tersebut. Pendampingan ini menjadi bentuk nyata komitmen PLN dalam memastikan kualitas, keberlanjutan, serta manfaat sosial dari pengolahan limbah FABA yang dilakukan oleh warga binaan di Lapas Kelas I Tangerang.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, sejumlah produk FABA hasil produksi Lapas Kelas I Tangerang dibawa oleh mahasiswa UI untuk diuji di laboratorium kampus. Pengujian mencakup analisis material, perhitungan Life Cycle Assessment (LCA), serta perbandingan antara rumah berbahan FABA dengan rumah berbahan bata konvensional. Hasil dari uji laboratorium ini diharapkan dapat memperkuat dasar ilmiah bagi penerapan FABA sebagai material bangunan ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, mengapresiasi kegiatan kolaboratif tersebut dan menilai bahwa kerja sama antara lembaga pemasyarakatan, akademisi, dan industri merupakan langkah strategis dalam mendorong inovasi berbasis lingkungan. Menurutnya, program pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas telah terbukti mampu menghasilkan karya produktif bernilai tinggi.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga berkontribusi terhadap riset dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai bagian dari Corporate University Pemasyarakatan, kami terus berkomitmen menjadikan Lapas sebagai ruang pembelajaran produktif dan inovatif,” ujar Kalapas.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa UI, Biman, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium nantinya akan dijadikan dasar kajian pembangunan rumah contoh PLN. Seluruh material yang digunakan akan disesuaikan dengan standar arsitektur ramah lingkungan. “Inovasi pengolahan limbah FABA di Lapas Tangerang sangat potensial untuk diterapkan di dunia arsitektur karena mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi melalui proses uji tekan dan uji material,” jelasnya.

Melalui kolaborasi ini, Lapas Kelas I Tangerang semakin memperkuat perannya sebagai pusat pembelajaran produktif dan inovatif. Program pengolahan FABA bukan hanya memberi manfaat ekonomi bagi warga binaan, tetapi juga membuktikan bahwa hasil karya mereka mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau di Indonesia.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.