JAKARTA, Radarjakarta.id – Pengalaman mencekam dialami Luna Maya saat menjalani syuting film horor terbaru, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Bukan sekadar adegan menantang, bintang utama film ini benar-benar berada di ambang bahaya ketika tubuhnya terseret arus sungai deras di kawasan Pangandaran, Indonesia.
Dalam adegan tersebut, Luna kembali memerankan legenda horor Suzzanna. Ia harus menjalani pengambilan gambar di aliran sungai yang bermuara ke curug kecil dengan arus kuat dan pusaran air berbahaya di bagian bawahnya. Tanpa pemeran pengganti, ia memilih turun langsung dengan kostum lengkap termasuk wig tebal dan prostetik wajah.
Tergulung Arus, Nyaris Tak Bisa Bernapas
Keputusan itu nyaris berujung petaka.
Saat kamera mulai merekam, Luna tak menyadari bahwa di bawah air terjun kecil tersebut terdapat pusaran arus yang cukup kuat untuk menarik tubuhnya masuk lebih dalam. Kostum basah yang berat, wig menyerap air, serta prostetik yang menutup sebagian hidung membuatnya kesulitan mengontrol tubuh dan napas.
Ia mengaku sempat tergulung beberapa detik di dalam air.
“Kalau baju nyangkut di batu, saya tidak bisa naik, selesai,” ungkapnya menggambarkan detik-detik paling menegangkan dalam hidupnya.
Batu-batu di dasar sungai memperparah situasi. Dalam kondisi panik, Luna memilih mengikuti arus sambil melemaskan tubuhnya, hingga akhirnya tubuhnya terdorong ke permukaan dan ia berhasil menyelamatkan diri.
Yang paling menyiksa, menurutnya, adalah prostetik di bagian wajah. Atribut tersebut membuatnya sangat sulit bernapas saat berada di bawah air. Ia disebut berada di dalam pusaran air sekitar 30 detik waktu yang terasa jauh lebih lama dalam kondisi genting.

Film Kolosal Penuh Dendam dan Santet
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menjadi proyek ambisius yang mempertemukan Luna dengan aktor papan atas Reza Rahadian serta suami mendiang Suzzanna, Clift Sangra.
Film produksi Soraya Intercine Films ini disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dan dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 18 Maret 2026.
Kisahnya berlatar desa pedalaman yang dikuasai sosok kejam bernama Bisman. Karena ambisi dan haus kekuasaan, Bisman menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam membara membuat Suzzanna mempelajari ilmu santet untuk membalas perbuatan tersebut. Namun perjalanan balas dendam itu berubah ketika ia bertemu Pramuja, pemuda taat yang membuatnya terjebak antara cinta dan dendam.
Deretan pemain lain seperti Iwa K, Andy /RIF, Adi Bing Slamet, Ence Bagus, Azis Gagap, Djenar Maesa Ayu, Nunung, El Manik, Budi Bima, hingga Yati Surachman turut memperkuat film horor kolosal ini.
Totalitas atau Nekat?
Aksi Luna turun langsung tanpa stunt double menuai sorotan. Di tengah tren penggunaan pemeran pengganti demi keselamatan, keputusan tersebut dinilai sebagai bentuk totalitas namun juga berisiko tinggi.
Pengalaman hampir tenggelam itu kini menjadi cerita nyata di balik layar film horor yang mengangkat kisah santet dan dendam paling kelam tahun ini.
Filmnya memang tentang kematian dan balas dendam. Tapi di balik layar, sang pemeran utama benar-benar merasakan sensasi antara hidup dan mati.***











