Lucinta Luna Salat Id di Korea dengan Penampilan Baru

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Nama Lucinta Luna kembali mengguncang jagat hiburan. Bukan sekadar sensasi biasa, momen Idulfitri 2026 kali ini berubah jadi panggung besar transformasi yang memantik perdebatan panas di media sosial.

Alih-alih tampil glamor seperti biasanya, Lucinta justru muncul dengan identitas baru yang mengejutkan. Ia mengenakan baju koko putih, sarung gelap, dan peci hitam—penampilan yang identik dengan pria saat menjalankan ibadah. Momen salat Id di Korea Selatan itu langsung viral dan menjadi bahan perbincangan luas.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Tak berhenti di situ, perubahan drastis juga terlihat dari gaya rambutnya yang dipangkas pendek ala pria Korea. Penampilan maskulin ini disebut bukan sekadar gaya, melainkan sinyal kuat bahwa ia sedang menjalani fase pencarian jati diri yang lebih dalam.

Namun publik tak sepenuhnya menerima. Alih-alih mendapat simpati, gelombang komentar justru membanjiri. Sebagian warganet menilai perubahan tersebut hanyalah strategi konten gimmick demi mempertahankan eksistensi di tengah kerasnya industri hiburan digital.

Di sisi lain, muncul pula suara-suara yang mencoba memahami. Mereka menilai proses perubahan identitas bukanlah sesuatu yang instan, melainkan perjalanan panjang yang penuh pergulatan batin.

Menjawab keraguan itu, Lucinta akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa semua yang dijalaninya bukan keputusan mendadak. Transformasi tersebut, menurutnya, adalah proses bertahap yang membutuhkan keberanian besar terutama saat harus menghadapi hujatan publik.

Dalam curhatnya, ia bahkan membandingkan pengalaman hidup di luar negeri dengan di Indonesia. Selama satu bulan berada di Korea Selatan, ia mengaku merasakan ketenangan yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya tanpa tekanan, tanpa penghakiman.

Sebaliknya, respons dari tanah air justru terasa lebih keras. Ia mengaku sering menjadi sasaran kritik tajam, bahkan saat mencoba berubah ke arah yang lebih baik.

Yang paling mengejutkan, tahun 2026 ini disebut sebagai titik balik setelah lebih dari satu dekade. Lucinta mengaku akhirnya berani kembali mengenakan atribut ibadah pria, sesuatu yang ia sebut sebagai langkah kecil menuju perbaikan diri.

Di balik kontroversi, tersimpan sisi spiritual yang jarang tersorot. Ia mengaku ingin mendekat kepada Tuhan, memohon ampun atas masa lalu, dan berharap diberi kesempatan untuk memperbaiki diri secara perlahan.

Perjalanan ini pun menjadi gambaran nyata bahwa perubahan tidak pernah sederhana. Di balik sorotan, ada pergulatan, tekanan, dan harapan yang tak terlihat.

Kini, publik terbelah: antara yang mencibir dan yang mencoba memahami. Satu hal yang pasti transformasi Lucinta Luna kali ini bukan sekadar penampilan, tapi cerita panjang tentang identitas, keberanian, dan pencarian makna hidup.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.