JAKARTA, Radarjakarta.id – Siapa sangka reuni SD yang seharusnya penuh tawa berubah menjadi pusaran skandal, pengkhianatan, hingga rahasia kelam yang mengoyak masa lalu? Inilah ledakan drama dalam series A Little White Lie, adaptasi terbaru dari Maxstream TV yang digarap serius oleh Unlimited Production.
Di pusat badai cerita ada Ocha (23), mantan siswi jenius yang hidupnya mendadak runtuh setelah terkena PHK. Dalam kondisi terpuruk, ia nekat datang ke reuni SD di Hotel Gala hotel mewah milik Adit (25), kakak kelas yang dulu diam-diam mengaguminya.
Namun malam nostalgia itu berubah menjadi mimpi buruk.
Reuni Penuh Gengsi, Berujung Demonstrasi dan Tuduhan
Perampasan Lahan
Di tengah gemerlap pesta, kericuhan pecah. Demonstrasi warga mengguncang Hotel Gala. Nama Adit mendadak viral setelah muncul tudingan bahwa keluarganya terlibat pengambilalihan lahan rakyat kecil. Media sosial meledak. Reputasi hotel terjun bebas.
Tekanan makin brutal ketika Ben (50), ayah Adit, mengancam akan merebut kendali hotel jika krisis citra tak segera dipadamkan.
Dalam situasi genting, Adit menggandeng Bintang (23), pemilik start-up branding consultant, untuk menyelamatkan nama baiknya. Bintang lalu mengajak Ocha bergabung dalam tim tanpa tahu bahwa Ocha menyembunyikan satu kebohongan kecil tentang kondisi finansialnya.
Kebohongan itu jadi awal dari rentetan rahasia yang lebih besar.
Surat-Surat Misterius dan Luka Masa Lalu
Sejak kecil, Ocha hidup dalam bayang-bayang tragedi: kedua orangtuanya tewas dalam kecelakaan tragis tepat di malam ulang tahunnya yang ke-12. Di masa paling gelap itu, Ocha diselamatkan oleh surat-surat anonim penuh penguatan.
Ia selalu percaya penulisnya adalah Bintang.
Fakta mengejutkan terkuak: penulis sebenarnya adalah Adit. Diam-diam, ia menitipkan surat lewat Bintang demi menjaga semangat Ocha. Adit memilih menjadi bayangan demi cinta yang tak pernah ia suarakan.
Ketika kebenaran terungkap, Ocha merasa dikhianati dua kali: oleh sahabat dan oleh masa lalunya sendiri.
Perselingkuhan, Penyakit Mematikan, dan Sabotase Kejam
Reuni itu juga membuka borok lain.
Kian ternyata berselingkuh dengan Jeannette. Quinn, sang istri, menuntut cerai. Persahabatan terbelah.
Di tengah konflik, Shira tiba-tiba pingsan. Ia divonis gagal ginjal dan butuh transplantasi. Harlan, yang selama ini berpura-pura kaya, mengaku hanyalah penjual daging di pasar. Namun cintanya pada Shira tak tergoyahkan.
Adit mengambil keputusan mengejutkan: menanggung seluruh biaya pengobatan Shira. Sisi kemanusiaannya mulai meruntuhkan prasangka Ocha.
Namun badai belum reda.
Adit menemukan bukti bahwa Ben diduga terlibat kasus tabrak lari yang menewaskan orangtua Ocha. Di sisi lain, perusahaan Bintang ternyata hampir bangkrut. Terdesak, ia meminjam uang pada Ben dengan syarat licik: sabotase Adit.
Bintang sempat goyah. Tapi ia memilih persahabatan.
Konsekuensinya? Namanya dihancurkan, klien kabur, reputasi ambruk.
Uang Tutup Mulut dan Kehancuran Total
Ocha makin terpukul ketika tahu Tante Fatma orang yang ia percaya selama ini menerima bantuan dari Ben untuk membiayai hidupnya. Ocha merasa seluruh hidupnya dibangun di atas kebohongan.
Ia pergi. Memulai usaha branding sendiri. Bangkit dari trauma. Belajar berbicara di depan umum. Sukses tapi sepi.
Sampai kabar duka datang: Shira meninggal dunia.
Di pemakaman, sahabat-sahabat lama kembali dipertemukan oleh kehilangan. Di sanalah Ocha menyadari, waktu terlalu singkat untuk terus memelihara luka.
Pengadilan yang Mengubah Segalanya
Puncaknya terjadi di ruang sidang. Adit memilih menjadi saksi untuk menjatuhkan ayahnya sendiri. Ben akhirnya ditangkap atas kejahatan bisnis dan masa lalunya.
Di depan kamera wartawan, Ocha membuat pengakuan mengejutkan: ia mencintai Adit. Sosok yang sejak dulu diam-diam melindunginya lewat surat-surat penuh harapan.
Bintang hanya tersenyum. Ikhlas.
Kisah ditutup dengan adegan simbolis: para sahabat menulis surat kenangan untuk Shira, memasukkannya ke dalam time capsule, lalu menanam pohon di atasnya janji bahwa mereka akan bertumbuh, meski pernah terjebak dalam kebohongan kecil.
Deretan Nama Besar di Balik Layar
Series ini diproduseri oleh Oswin Bonifanz, disutradarai Sondang Pratama, serta ditulis oleh Cassandra Massardi.
Dibintangi jajaran aktor muda dan senior seperti Jerome Kurnia, Calista Arum, Junior Robert, Adel Reva, Shania Gracia, Ciccio Manassero, Naura Hakim, Donny Damara, dan Teuku Rizky.
“A Little White Lie” bukan sekadar drama cinta. Ini potret generasi yang terlihat sempurna di media sosial, tapi menyimpan luka, rahasia, dan kompromi moral.
Reuni boleh selesai. Tapi rahasia? Tidak pernah benar-benar terkubur.










