BOGOR, Radarjakarta.id – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 benar-benar menguji kesabaran pengendara. Jalur menuju kawasan wisata Puncak, Bogor, kembali “tersedak” oleh gelombang kendaraan dari Jabodetabek. Sejak pagi, aroma kemacetan sudah terasa tajam, seolah menjadi ritual tahunan yang tak terhindarkan.
PT Jasa Marga mencatat lonjakan arus kendaraan yang mencolok di Gerbang Tol (GT) Ciawi 1, pintu utama menuju Puncak. Pada Hari H Natal 2025 saja, volume kendaraan menembus lebih dari 40 ribu unit, melonjak hampir 13 persen dibanding hari normal. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa Puncak masih menjadi magnet wisata favorit warga perkotaan.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, mengungkapkan bahwa kepadatan tersebut terdistribusi secara signifikan sejak pagi hari. Cuaca cerah menjadi pemicu utama warga “tancap gas” menuju destinasi populer seperti Taman Safari, Gunung Mas, hingga kawasan Riung Gunung yang dikenal sebagai surga kopi dan panorama.
“Volume kendaraan menuju Puncak melalui GT Ciawi 1 mencapai 40.185 unit, naik 12,91 persen dari kondisi normal,” ujar Rivan di Jakarta, Jumat (26/12/2025).
Mengantisipasi lonjakan ekstrem ini, Jasa Marga mengklaim telah menyiapkan skema layanan maksimal. Mulai dari kesiapan petugas lapangan, optimalisasi layanan tol, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan selama libur panjang akhir tahun.
Namun, tekanan lalu lintas tak hanya dirasakan di gerbang tol. Polda Jawa Barat mencatat peningkatan arus kendaraan yang konsisten sejak 20 Desember 2025. Ribuan kendaraan terus mengalir setiap jam menuju kawasan Puncak melalui Tol Jagorawi dan Simpang Gadog.
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menyebut situasi ini sebagai lonjakan luar biasa. Hingga Jumat siang, sekitar 15 ribu kendaraan telah melintas hanya dalam hitungan jam. Mayoritas berasal dari Jakarta dan sekitarnya, dengan pola perjalanan beragam ada yang pulang-pergi, ada pula yang memilih bermalam.
“Setiap jam terus bertambah ribuan kendaraan. Puncak dipadati wisatawan dari Jakarta dan luar daerah,” tegas Rudi.
Untuk mencegah kemacetan total, Polres Bogor menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di Jalan Raya Puncak. Pada Jumat siang, arus kendaraan difokuskan ke arah Jakarta guna memperlancar wisatawan yang kembali ke wilayah Jabodetabek.
KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto menegaskan, kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak dihentikan sementara hingga kondisi kembali kondusif. Kebijakan ini diambil demi mengurai kepadatan yang terus menekan jalur utama.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk aktif memantau informasi lalu lintas terkini serta mengatur waktu perjalanan secara bijak agar tidak terjebak kemacetan parah selama periode Nataru.|Hans*











