Legenda Rock Indonesia Tutup Usia: Donny Fattah, Jiwa di Balik Dentuman God Bless, Berpulang

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Dunia musik Indonesia berduka. Sosok yang selama puluhan tahun menjadi denyut nadi rock Tanah Air, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 76 tahun, meninggalkan jejak panjang yang tak tergantikan dalam sejarah musik nasional.

Kabar duka tersebut pertama kali diumumkan melalui akun resmi band legendaris God Bless pada pukul 11.40 WIB. Pesan yang disampaikan penuh kesedihan sekaligus doa bagi sang legenda yang telah menjadi bagian penting perjalanan musik rock Indonesia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang saudara kami tercinta, Donny Fattah, bassist sekaligus salah satu pendiri God Bless,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Kepergian Donny bukan sekadar kehilangan bagi sebuah band, tetapi bagi seluruh ekosistem musik Tanah Air. Bersama vokalis karismatik Ahmad Albar dan gitaris virtuoso Ian Antono, Donny ikut membangun fondasi kuat band God Bless sejak berdiri pada 1973 sebuah era ketika rock masih dianggap musik “liar” di Indonesia.

Namun dari situlah sejarah lahir.

Album-album seperti God Bless (1975), Cermin (1980), hingga Semut Hitam (1988) menjadi tonggak revolusi musik keras Indonesia. Dentuman bass Donny menjadi tulang punggung yang memberi karakter kuat pada setiap lagu, menjadikan God Bless bukan sekadar band, melainkan simbol perlawanan musikal lintas generasi.

Tak hanya piawai memainkan bass, Donny juga dikenal sebagai kreator lagu yang melahirkan berbagai karya ikonik. Gaya bermusiknya yang teguh menjaga idealisme rock membuatnya dihormati oleh musisi lintas genre.

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Donny sempat menurun. Ia berjuang melawan sejumlah penyakit serius, mulai dari serkopenia, gangguan pembuluh darah, hingga autoimun. Sejak pemasangan ring jantung pada 2012, ia juga harus menjalani terapi obat secara rutin setiap hari.

Namun panggung tetap menjadi napas hidupnya.

Meski fisiknya kian melemah, Donny masih berusaha tampil bersama God Bless dalam berbagai kesempatan. Bagi dirinya, musik bukan sekadar profesi—melainkan jiwa yang tak pernah berhenti bergetar.

Kini, suara bass itu telah berhenti.

Media sosial pun dibanjiri ribuan ucapan duka dari penggemar, musisi, hingga tokoh publik. Banyak yang menyebut Donny sebagai “roh rock Indonesia” yang telah membuka jalan bagi generasi band setelahnya.

Kepergiannya menandai berakhirnya satu era besar dalam sejarah rock Indonesia. Namun warisan musiknya dipastikan tak akan pernah padam terus bergema dari panggung ke panggung, dari generasi ke generasi.

Legenda boleh pergi, tetapi gema bass Donny Fattah akan selamanya hidup dalam sejarah musik Nusantara. ***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.