JAKARTA, Radarjakarta.id – Isu lama yang kembali menggelegak akhirnya diluruskan langsung oleh Larissa Chou. Pengusaha sekaligus mantan istri Muhammad Alvin Faiz itu memecah keheningan dengan pengakuan terbuka soal badai fitnah yang selama bertahun-tahun menghantui hidupnya pasca perceraian. Klarifikasi ini langsung menyita perhatian publik dan memicu gelombang reaksi di media sosial.
Larissa mengungkap, masa-masa setelah perpisahannya dengan Alvin bukanlah fase yang mudah. Ia mengaku hidup dalam tekanan, ketakutan, dan teror akibat fitnah kejam yang disebarkan oleh akun anonim dan buzzer tak bertanggung jawab. Bahkan, nama Alvin Faiz dan istrinya saat ini, Henny Rahman, sempat ikut terseret dan dituding sebagai dalang di balik serangan tersebut.
Namun, lewat unggahan Instagram Story @larissachou pada awal Januari 2026, Larissa justru membuat pernyataan mengejutkan. Ia menegaskan bahwa tuduhan yang selama ini mengarah ke mantan suaminya tidak benar. Alvin Faiz, menurut Larissa, sama sekali bukan pihak yang bertanggung jawab atas fitnah dan teror digital yang ia alami.
Larissa juga mengungkap adanya komunikasi kembali dengan keluarga mantan suaminya. Ia menyebut Alvin dan keluarganya kini justru berada dalam posisi tertekan akibat hujatan publik yang terlanjur percaya pada narasi liar di media sosial. Tuduhan itu bahkan dikaitkan dengan fitnah yang muncul sebelum Larissa menikah lagi dan terus berulang hingga hari ini.
Nama Alvin Faiz sebelumnya sempat ramai disebut sebagai sosok di balik buzzer fitnah yang menyerang Larissa, termasuk tudingan perzinaan pada 2023 serta berbagai serangan personal lainnya. Isu tersebut berkembang liar tanpa klarifikasi resmi, hingga akhirnya Larissa memilih angkat bicara untuk menghentikan spekulasi.
Dengan nada tegas, Larissa meminta publik berhenti mengaitkan Alvin Faiz dengan segala bentuk akun kebencian yang menyerangnya. Ia memastikan bahwa orang di balik buzzer, teror, dan fitnah bertahun-tahun itu bukanlah mantan suaminya, sekaligus meluruskan kesalahpahaman yang telanjur mengakar di ruang publik.
Kasus Larissa Chou sendiri sempat memicu empati luas setelah ia menjadi sasaran fitnah dan hinaan fisik di masa lalu. Namun klarifikasi terbarunya ini justru membuka babak baru: tentang pentingnya membedakan fakta dan asumsi, serta bahaya tudingan tanpa bukti di era media sosial.
Menutup pernyataannya, Larissa menyampaikan harapan agar polemik ini tidak terus berlarut. Ia mengajak semua pihak menjadikan tahun baru sebagai titik awal yang lebih damai, tanpa saling menyudutkan. Sebuah pesan yang sederhana, namun menggugah di tengah panasnya jagat maya.***











