TULUNGAGUNG, Radarjakarta.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung menggelar pelatihan pembuatan sandal bagi warga binaan perempuan, Minggu (6/7/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pembinaan kemandirian narapidana agar siap kembali ke masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung di ruang pembinaan Blok Wanita ini diinisiasi oleh Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Cabang Tulungagung. Para peserta mendapat materi langsung dari anggota PIPAS yang mendampingi teknis pembuatan sandal dari awal hingga akhir.
“Kami ingin para WBP perempuan memiliki keterampilan praktis yang bisa mereka gunakan untuk mandiri setelah keluar dari sini,” ujar Ketua PIPAS Cabang Tulungagung, Epa Ma’ruf.
Menurut Epa, pembuatan sandal dipilih karena prosesnya relatif mudah dipelajari dan memiliki nilai jual. Kegiatan ini juga ditujukan untuk membangun rasa percaya diri serta semangat berwirausaha di kalangan warga binaan.
Kepala Lapas Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, mengapresiasi kontribusi PIPAS dan menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari program pembinaan integratif di dalam lapas.
“Kami akan terus memperkuat pelatihan keterampilan semacam ini. Selain bermanfaat secara ekonomi, kegiatan ini juga membentuk karakter positif para WBP,” kata Ma’ruf.
Pelatihan berjalan lancar dan mendapat respons antusias dari para peserta. Ke depan, Lapas Tulungagung berencana memperluas jenis pelatihan agar warga binaan memiliki lebih banyak pilihan keterampilan untuk kehidupan mandiri pasca-pembebasan.| Eva*
Lapas Tulungagung Latih Warga Binaan Perempuan Bikin Sandal










