Lapas Cipinang Perkuat Komunikasi Publik Lewat PASOPATI

banner 468x60

JAKARTA, RadarJakarta.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat profesionalisme dan transparansi komunikasi publik. Pada Jumat (31/10), Lapas Cipinang menggelar Sosialisasi Pedoman Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi (PASOPATI), yang diikuti lebih dari 750 peserta dari seluruh Indonesia, baik secara daring maupun luring.

Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas komunikasi krisis Pemasyarakatan, terutama dalam menghadapi dinamika opini publik dan arus informasi yang bergerak cepat di era digital.

Komunikasi Adaptif di Era Digital
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan komunikasi publik di lingkungan Pemasyarakatan harus dilakukan secara adaptif, responsif, dan berbasis data.

“Di era digital, narasi bukan sekadar pelengkap, tetapi penentu persepsi. Kita harus mampu menyampaikan kebenaran dengan cara yang tepat, cepat, dan berdampak,” ujar Wachid dengan tegas.

Menurutnya, penguatan sistem komunikasi yang solid tidak hanya penting untuk menjaga citra institusi, tetapi juga untuk membangun kepercayaan publik terhadap kinerja Pemasyarakatan sebagai bagian integral dari sistem peradilan nasional.

Apresiasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Direktur Teknologi, Informasi, dan Kerja Sama Pemasyarakatan, Maulidi Hilal, yang menilai Lapas Cipinang sebagai pelopor dalam penguatan komunikasi publik di lingkungan Pemasyarakatan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Lapas Cipinang. PASOPATI menjadi fondasi penting dalam membangun sistem komunikasi krisis yang profesional, terukur, dan terintegrasi,” ungkap Maulidi Hilal.

Ia menambahkan, pedoman PASOPATI merupakan upaya konkret untuk memastikan setiap unit Pemasyarakatan memiliki standar komunikasi krisis yang selaras, efektif, dan mampu menjaga kestabilan informasi di tengah situasi darurat.

Strategi Melawan Hoaks dengan Fakta
Dalam sesi diskusi interaktif, Bahrul Wijaksana, salah satu narasumber, menggarisbawahi pentingnya pendekatan strategis dan elegan dalam mengelola isu krisis, khususnya di tengah maraknya informasi yang menyesatkan di media sosial.

“Kita tidak bisa melawan hoaks dengan emosi. Yang kita butuhkan adalah strategi komunikasi yang cerdas, elegan, dan berbasis fakta. Setiap klarifikasi harus membawa pesan pemulihan, bukan pertentangan,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi publik bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang membangun narasi yang konstruktif dan menenangkan di tengah situasi krisis.

Bagian dari Program Akselerasi Pemasyarakatan
Sosialisasi PASOPATI merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi Pemasyarakatan yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Program ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan transformasi Pemasyarakatan yang modern, transparan, dan berintegritas.

Melalui kegiatan ini, Lapas Cipinang memperkuat penerapan nilai PRIMA — Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel — yang menjadi dasar budaya kerja seluruh jajaran Pemasyarakatan.

Wachid menutup kegiatan dengan pesan inspiratif, bahwa komunikasi publik yang baik adalah fondasi dari kepercayaan masyarakat.

“Dengan komunikasi yang profesional dan humanis, Pemasyarakatan akan semakin dipercaya publik dan menjadi bagian penting dalam menjaga keadilan sosial di Indonesia,” tutupnya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.