CILEGON, Radarjakarta.id – Sebuah langkah progresif dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, Banten, Indonesia, yang mulai mencuri perhatian sebagai contoh inovasi tata kelola koperasi ASN. Pada Rabu, 30 Juli 2025, seluruh pegawai Lapas bersatu dalam agenda penting: Rapat Anggota Pemilihan (RAP) Pengurus dan Pengawas Koperasi Mandiri Pengayoman Tahun 2025.
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Cilegon, Margono, di Aula Lapas. Ia menegaskan pentingnya membangun koperasi sebagai “kendaraan bersama untuk mewujudkan keadilan ekonomi di lingkungan ASN.”
“Koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi fondasi kesejahteraan pegawai yang harus dikelola dengan profesionalisme, integritas, dan transparansi,” tegas Margono dalam pidatonya yang memicu semangat transformasi.
Pemilihan Demokratis, Visi Kolektif Baru
Rapat berlangsung dinamis. Dimulai dengan laporan pertanggungjawaban pengurus lama, dilanjutkan pembahasan program kerja koperasi masa depan. Pemilihan pengurus baru dilakukan secara terbuka dan demokratis, menjunjung tinggi prinsip musyawarah mufakat nilai yang menjadi warisan budaya bangsa dan kini dihidupkan kembali dalam semangat modern.
Atmosfer pemilihan sarat antusiasme. Para pegawai bukan hanya memilih, tetapi juga menyuarakan harapan: koperasi yang tidak lagi konvensional, melainkan adaptif, berbasis digital, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Menuju Koperasi ASN Berstandar Global
Dengan semangat “reform from within”, Lapas Cilegon menargetkan koperasinya menjadi model rujukan nasional bahkan ASEAN dalam tata kelola ekonomi pegawai negeri berbasis akuntabilitas dan partisipasi.
Langkah ini dianggap penting di tengah tren global tentang pentingnya employee-owned institutions yang kuat dan mandiri.
“Inilah wajah baru birokrasi Indonesia yang melayani dan menyejahterakan dari dalam,” ujar salah satu pegawai yang turut aktif dalam forum pemilihan.| Eva*
Lapas Cilegon Luncurkan Reformasi Tata Kelola Koperasi ASN










