LUMAJANG, Radarjakarta.id — Hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Semeru sejak Sabtu, 6 Desember 2025, memicu aliran lahar dingin berisi pasir, batu, dan material vulkanik yang meluncur deras ke permukiman warga. Sungai Regoyo tak mampu menahan besarnya debit air hingga aliran lahar meluap ke Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.
Sedikitnya 15 rumah warga tertimbun material setinggi empat meter. Banyak bangunan hanya menyisakan atap yang terlihat di permukaan lumpur. Satu masjid juga ikut tenggelam, sementara lahan pertanian warga berubah menjadi kubang lumpur yang luas. Kondisi ini diperparah dengan putusnya jembatan penghubung di Sungai Regoyo yang membuat akses bantuan sulit masuk.
Situasi yang semakin berbahaya memaksa 137 kepala keluarga mengungsi ke kawasan perbukitan dan rumah kerabat. Sejumlah warga bahkan nekat menyeberangi aliran lahar yang masih mengalir deras demi keluar dari wilayah yang terisolasi. “Rumah sudah hilang tertimbun. Semua keluarga sudah dievakuasi,” ujar seorang warga, Nur Fitri, Senin (8/12/2025).
Tim gabungan BPBD Lumajang, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk membantu evakuasi. Mereka harus menembus medan ekstrem yang dipenuhi lumpur tebal dan sisa material vulkanik. Danramil Candipuro, Kapten Infanteri Sumarno, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas. “Kami terus mengevakuasi warga yang masih terjebak,” ujarnya.
Sembari evakuasi berlangsung, sebagian personel gabungan mulai membersihkan material lahar yang menimbun rumah dan fasilitas umum. Pemerintah Kabupaten Lumajang juga menyiapkan dapur umum, tenda darurat, dan bantuan logistik bagi para pengungsi. Pendataan kerusakan bangunan serta kebutuhan mendesak kini tengah diprioritaskan.
Pemerintah kembali menawarkan relokasi ke hunian tetap di Desa Sumbermujur setelah sebelumnya menuai penolakan. Namun kondisi terkini yang sudah tidak layak huni membuat warga mulai mempertimbangkan ulang opsi tersebut. Banyak dari mereka kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan dalam waktu singkat.
BMKG memperingatkan potensi hujan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah dan relawan meminta warga menjauh dari aliran sungai dan jalur lahar dingin, mengingat ancaman susulan masih sangat mungkin terjadi.***











