DEPOK, Radarjakarta.id – Kumpulan Orang-Orang akan mengusulkan dan mendorong dua sumur di Kelurahan Harjamukti Kecamatan Cimanggis dijadikan Cagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda.
Ketua Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) Cimanggis, Tri Sakti Anggoro mengatakan itu saat menghadiri kegiatan seni dan budaya Sedekah Bumi Sumur Gondang.
Dia menambahkan, kegiatan sedekah bumi di Sumur Gondang dan Sumur Kramat Curugau layak ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.
“Tradisinya sudah ada lebih dari lima puluh tahun. Unsur budaya terpenuhi, situsnya ada, dan setiap tahun dilaksanakan dengan penanggalan yang sama,” ujarnya.
Menurut Tri Sakti, kekuatan acara tersebut bukan hanya pada ritualnya, tapi juga pada semangat keguyuban warga.
“Kemarin saat acara di Keramat Ganceng, warga dari Curugau dan Pedurenan datang. Saat di Curugau, giliran warga Ganceng dan sini yang merapat. Dan sekarang, di Sumur Gondang ini, semuanya hadir lagi. Ini bukti kalau bebaritan ini masih sangat hidup di masyarakat,” katanya.
Tradisi Sedekah Bumi yang rutin digelar setiap bulan Suro ini bukan sekadar ritual, melainkan napak tilas jejak leluhur yang telah diwariskan turun-temurun.
Selama dua hari dua malam, warga dari Kampung Kalimanggis, Ganceng, dan Kranggan menyatu dalam doa, pertunjukan seni, dan tumpengan bersama.
“Ini bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari sejarah dan budaya kami. Kami mengikuti tradisi nenek moyang di kampung ini, menyatukan masyarakat dari tiga kampung berbeda dalam satu semangat, rasa syukur,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Taslim, Ketua Panitia Sedekah Bumi Sumur Gondang menambahkan pada kegiatan ini dimulai dengan doa bersama demi kelancaran kegiatan.
Keesokan harinya, warga menyumbangkan makanan dan sembako sebagai bentuk sedekah.
Hasil bumi dan hidangan lokal digelar untuk didoakan bersam, sebuah tradisi yang dikenal warga setempat sebagai bebaritan.
“Kenapa dinamakan Sedekah Bumi? Karena yang kita sedekahkan itu dari hasil bumi kita sendiri, dan untuk kita sendiri juga,” katanya.
Ini bentuk syukur kita kepada Sang Pencipta
Lebih dari sekadar seremoni adat, Sedekah Bumi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat.
Warga yang memiliki usaha mikro memanfaatkan momen itu untuk berjualan makanan, kerajinan, dan produk lokal lainnya.
“Dari kita untuk kita. Kita ingin budaya jalan, ekonomi juga jalan,” katanya.










