KolaborAKSI Nasional: Keluarga Jadi Pilar Emas Indonesia 2045

banner 468x60

Menteri PPPA Arifah Fauzi dan Menko PMK Pratikno memberi pesan kolaborasi lintas sektor demi memperkuat keluarga sebagai benteng perlindungan perempuan dan anak.

JAKARTA, RadarJakarta.id  — Mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dimulai dari rumah. Keluarga diposisikan sebagai “pondasi emas” pembentuk generasi unggul, berkarakter, dan bebas kekerasan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan, keluarga meski unit sosial terkecil menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tengah disrupsi zaman.

“Penguatan fungsi keluarga itu krusial: bukan hanya menghasilkan generasi berdaya saing, tetapi juga menjadi benteng utama pencegahan kekerasan perempuan dan anak. Ironisnya, rumah tangga justru kerap menjadi ruang tersembunyi terjadinya kekerasan,” ujar Arifah dalam acara KolaborAKSI Keluarga untuk Indonesia di Kantor Kemenko PMK, Selasa (17 Juni 2025).

Alarm Data Kekerasan

Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) mencatat 11 850 kasus kekerasan sepanjang 1 Januari 12 Juni 2025. Kekerasan seksual mendominasi, dengan lingkungan rumah tangga sebagai lokasi paling tinggi mencerminkan persoalan pola asuh, gawai tanpa pengawasan, dan iklim keluarga yang tidak kondusif.

“Jika keluarga sehat fisik, mental, dan spiritual, anak tumbuh di lingkungan aman dan positif,” tegas Arifah.

Sinergi Lintas Sektor

Acara yang digelar Kemenko PMK menyambut Hari Keluarga Nasional itu menjadi momentum konsolidasi:

Menko PMK Pratikno menyebut keluarga sebagai “sutradara” pendidikan anak.

“Menyusun naskah, memberi arahan, menjadi teladan ini butuh kerja kolektif bangsa.”

Kolaborasi terjalin antara Kemenko PMK, Kemen PPPA, BKKBN, dan Baznas, plus pemda, komunitas, sektor swasta, dan ormas.

Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka menegaskan ketahanan keluarga sebagai turunan visi–misi Nawacita Presiden.

“Tanpa keluarga tangguh, mustahil lahir bangsa kuat.”

Zakat untuk Ketahanan Keluarga

Keseriusan sinergi di­perlihat­kan lewat penandatanganan nota kesepa­haman antara Menko PMK dan Kepala Baznas Noor Achmad. Dana zakat, infaq, dan sedekah akan dikelola lebih sistematis untuk memberdayakan keluarga, terutama perempuan dan anak.

“Zakat adalah dana ilahiah. Dikelola baik, ia menjadi berkah bagi keluarga Indonesia,” kata Noor.

Keluarga sehat, kuat, dan harmonis melahirkan “generasi emas” yang mengantarkan Indonesia menuju 2045. Mari jadikan rumah ruang aman untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi pondasi kokoh bagi Indonesia Emas. | Guffe*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.