Klarifikasi Dewi Perssik Soal THR Jember, Total Bantuan Rp900 Juta

banner 468x60

JEMBER, Radarjakarta.id – Pedangdut Dewi Perssik akhirnya buka suara menanggapi polemik pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) di kampung halamannya, Jember, Jawa Timur, yang sempat viral dan menuai pro-kontra di media sosial. Ia menegaskan, bantuan yang diberikan sudah melalui perhitungan matang dan dilakukan secara adil untuk ribuan warga.

Momen tersebut terjadi saat perayaan Idulfitri 2026, ketika Dewi pulang kampung dan menggelar open house bersama keluarga. Dalam video yang beredar, ibunda Dewi tampak membagikan uang tunai kepada warga yang datang, memicu sorotan publik karena nominalnya dinilai kecil, yakni Rp15 ribu per orang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Namun, Dewi meluruskan bahwa bantuan tidak hanya berupa uang tunai. Setiap penerima juga mendapatkan beras sebanyak 5 kilogram. Ia menyebut, jika dikalkulasikan, total bantuan per orang mencapai sekitar Rp100 ribu.

“Jangan uangnya saja yang dihitung, itu ada berasnya juga. Kalau dihitung semuanya, kurang lebih Rp100 ribu per orang,” ujar Dewi dalam siaran langsung di akun TikTok miliknya, Senin (23/3/2026).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan total dana yang digelontorkan untuk kegiatan sosial tersebut mencapai sekitar Rp900 juta. Bantuan itu dibagikan kepada sekitar 8.400 warga di Jember, berdasarkan data dan perhitungan dari aparat setempat.

Menurut Dewi, mekanisme pembagian tidak ditentukan sepihak olehnya. Ia mempercayakan proses tersebut kepada panitia dan unsur lingkungan seperti RT, RW, hingga pihak kecamatan, serta melibatkan aparat TNI dan kepolisian agar distribusi berjalan merata.

“Saya hanya menyiapkan dana. Soal pembagian dan hitungan per orang itu hasil musyawarah dengan aparat setempat supaya semua kebagian,” jelasnya.

Dewi juga menegaskan, keputusan membagi bantuan dalam bentuk kombinasi beras dan uang tunai dilakukan agar lebih efektif, mengingat jumlah penerima yang sangat besar. Ia menyebut, pembagian secara penuh dalam bentuk uang tunai justru akan menyulitkan panitia.

Di tengah kritik yang muncul, pelantun “Mimpi Manis” itu mengaku heran niat baiknya justru dipersoalkan. Ia menilai publik seharusnya melihat keseluruhan bantuan, bukan hanya nominal uang yang tampak di video.

“Orang ngasih disalahkan, tidak ngasih juga disalahkan,” ujarnya.

Meski demikian, tidak sedikit warganet yang memberikan dukungan. Mereka menilai langkah Dewi sebagai bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi, mengingat jumlah penerima manfaat yang mencapai ribuan orang.

Sebelumnya, aksi berbagi Dewi Perssik sempat menuai pujian karena dianggap membantu masyarakat menjelang Lebaran. Namun, perdebatan di media sosial mencerminkan fenomena yang lebih luas, di mana aksi sosial figur publik kerap dinilai dari sudut pandang yang sempit.

Melalui klarifikasi ini, Dewi menegaskan bahwa apa yang ia lakukan adalah bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap kampung halamannya serta memastikan bantuan bisa dirasakan secara merata oleh sebanyak mungkin warga.|Bagus Wirawiri*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.