Tiga Strategi Percepatan
Untuk menutup kesenjangan produksi dan meningkatkan mutu, KKP menempuh tiga strategi utama. Pertama, ekstensifikasi melalui pembukaan tambak baru yang dirancang menghasilkan garam berkualitas industri.
Kedua, intensifikasi tambak eksisting dengan mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil. Namun, langkah ini menghadapi kendala ketersediaan lahan yang sesuai, legalitas, serta dukungan sarana dan prasarana.
Ketiga, pengembangan teknologi produksi untuk mengurangi ketergantungan pada cuaca dan meningkatkan standar mutu. Pemerintah bersama PT Garam akan mendorong penerapan teknologi modern agar produksi lebih stabil dan mampu memenuhi spesifikasi industri.
Frista menambahkan, kebijakan swasembada garam dirancang secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pendekatan ini mencakup pembenahan regulasi, dukungan pra-produksi, peningkatan proses produksi, pengolahan, hingga tata niaga dan pemasaran.
“Program ini tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan regulasi dan ekosistemnya mendukung kesejahteraan petambak,” ujarnya.
Melalui langkah terstruktur tersebut, pemerintah optimistis target swasembada garam industri pada 2027 dapat tercapai sekaligus memperkuat daya saing sektor pergaraman nasional.











