JAKARTA, Radarjakarta.id – Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) menegaskan sikapnya dalam mengawal persatuan bangsa, memperkuat demokrasi, dan menjaga aspirasi rakyat. Pernyataan resmi ini disampaikan melalui delapan poin utama yang menjadi pedoman bagi seluruh anggota dan kader KKK.
Dalam pernyataan tersebut, KKK menekankan bahwa persatuan, keadilan, dan kebersamaan adalah panggilan moral yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. “Setiap warga negara memiliki peran dalam menegakkan demokrasi yang bermartabat dan memastikan suara rakyat dihargai dan direspons secara adil,” tegas KKK.
Poin pertama menegaskan dukungan penuh kepada Presiden Republik Indonesia dalam menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, dan mengawal kebijakan yang berpihak pada rakyat. Kepemimpinan yang tegas dan bijaksana, menurut KKK, menjadi fondasi terciptanya kesejahteraan dan ketenteraman bagi seluruh anak bangsa.
KKK juga menekankan pentingnya kebebasan berpendapat yang bermartabat. Setiap warga negara berhak menyuarakan aspirasi, namun harus disertai tanggung jawab. KKK menolak segala bentuk anarkisme, perusakan fasilitas publik, dan penjarahan, yang dinilai merusak ketertiban dan persaudaraan.
Selain itu, KKK mendukung penegakan hukum yang adil dan transparan, termasuk terhadap aparat yang menyimpang dari tugasnya. Hukum dijadikan simbol kehadiran negara untuk melindungi dan menyatukan, bukan menakut-nakuti.
KKK menyambut baik inisiatif dialog yang melibatkan tokoh masyarakat, mahasiswa, dan pihak terkait. Dialog dinilai sebagai fondasi demokrasi yang hidup dan realistis, sekaligus sarana mendengar aspirasi rakyat secara langsung.
Selain itu, KKK mengapresiasi langkah DPR yang mencabut kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. “Politik yang berpihak pada rakyat bukan sekadar wacana, tetapi tanggung jawab nyata yang harus dijalankan,” kata pernyataan tersebut.
KKK juga menyerukan menolak provokasi dan memperkuat persatuan bangsa. Semangat gotong royong, persaudaraan, dan solidaritas disebut sebagai kekuatan utama menghadapi tantangan politik dan sosial.
Kader KKK diimbau menjadi garda terdepan dalam menyampaikan aspirasi secara damai, konstruktif, dan mendukung kebijakan pro-rakyat. Kehadiran kader KKK di lapangan diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat.
Terakhir, KKK optimistis bahwa dengan kepemimpinan Presiden yang tegas, koreksi politik yang nyata, dan partisipasi aktif rakyat, bangsa Indonesia berada pada momentum kebangkitan. Keadilan sosial, kesejahteraan bersama, dan persatuan nasional bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi tujuan yang bisa dicapai melalui kerja nyata seluruh elemen bangsa.
Pernyataan ini ditandatangani Ketua Umum KKK Angelica Tengker, Sekretaris Jenderal Michael Lakat, dan Bendahara Umum Ariasa Supit.***
KKK Tegaskan Dukungan pada Presiden, Serukan Persatuan dan Demokrasi Bermartabat










