Kereta Api Sribillah Seret Mobillio di Perlintasan Tanpa Palang,Satu dari Tiga Korban Meninggal

Kereta Api Sribillah Seret Mobillio di Perlintasan Tanpa Palang,Satu dari Tiga Korban Meninggal
Kereta Api Sribillah Seret Mobillio di Perlintasan Tanpa Palang,Satu dari Tiga Korban Meninggal
banner 468x60

DELISERDANG,  Radarjakarta.id – Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Kali ini, Kereta Api (KA) U51 Sribilah dari Rantau Prapat menuju Medan menabrak sebuah mobil Honda Mobilio bernomor polisi D 1538 YBN di perlintasan Gang Sentosa, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Jumat (24/10) sekitar pukul 13.00 WIB.

Mobil yang dikemudikan Janri Sagala (34), warga Tanjung Morawa Pekan, terseret sejauh satu kilometer hingga berhenti di perlintasan Gang Sampali. Akibat insiden itu, Janri tewas di tempat, sementara dua penumpangnya yang merupakan rekan kerja di Bandara Kualanamu mengalami luka-luka.

Kedua penumpang tersebut yakni Deby Claudia Arfika (27), warga Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, dan Adelina br Sinuraya (25), warga Kabanjahe, Kabupaten Karo. Adelina mengalami luka kritis dan telah dirujuk ke rumah sakit di Medan, sedangkan Deby mengalami luka ringan dan masih dirawat di RS Patar Asih, Desa Tumpatan.

Seorang saksi mata, Bima (25), mengaku mendengar suara dentuman keras dari arah perlintasan kereta sebelum melihat mobil terseret di atas rel.

“Kami langsung lari ke lokasi. Mobilnya terseret dari perlintasan Gang Sentosa sampai ke Gang Sampali. Sopirnya tewas di tempat, dua penumpangnya luka-luka. Kami rame-rame bantu evakuasi,” ujar Bima.

Ia menambahkan, warga mengetahui para korban bekerja di Bandara Kualanamu setelah menemukan kartu identitas pegawai di lokasi kejadian. “Dari KTA-nya, mereka kerja di Bandara Kualanamu, bang,” ucapnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Deliserdang, Iptu Robertus Gultom, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.

“Pengemudi tewas di tempat, dua penumpang luka-luka. Satu di antaranya kritis dan sudah dirujuk ke Medan,” terang Robertus.

Menurutnya, kereta Sribilah sempat melakukan pengereman darurat, namun laju kereta yang tinggi membuat mobil tetap terseret jauh.“Kereta dari arah Rantau Prapat menuju Medan. Setelah tabrakan, mobil terseret sekitar satu kilometer sebelum kereta benar-benar berhenti.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.