Kasus Malapraktik di Tapanuli Tengah Viral, Keluarga Tuntut Keadilan
TAPTENG, Radarjakarta.id – Tragedi memilukan terjadi di Puskesmas Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Seorang bayi meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan, kepala terputus dari tubuhnya saat proses persalinan. Kasus ini sontak menggegerkan publik setelah keluarga korban melaporkannya ke polisi dan video peristiwa itu viral di media sosial.
Ayah korban, Irawan, resmi membuat laporan ke Polres Tapteng dengan nomor: STPL/B/421/VIII/2025/SPKT/RES TAPTENG/POLDASU, tertanggal 19 Agustus 2025.
“Saya sudah melaporkan kejadian ini. Saya ingin hukum ditegakkan dan ada keadilan untuk anak kami,” tegas Irawan, Selasa (19/8/2025).
Menurut Irawan, tragedi itu terjadi Senin (18/8/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat istrinya menjalani persalinan, salah satu bidan diduga menarik bayi secara paksa hingga kepala bayi terputus.
“Saya yakin ini bukan kecelakaan biasa. Ini harus diproses hukum,” ujarnya penuh emosi.
Kasus ini kian menyita perhatian publik setelah adik ibu korban, Uwiie Poetrisagita, mengunggah video ke Facebook yang memperlihatkan jenazah bayi saat dimandikan. Dalam video tersebut, keluarga histeris ketika melihat kepala bayi terpisah dari tubuhnya.
Dalam unggahan itu, Uwiie menulis permintaan agar publik ikut menyebarkan informasi sebagai bentuk protes dugaan malapraktik.
“Tolong bantu share agar tidak ada korban lagi. Dugaan malapraktik di Puskesmas Pinangsori. Badan bayi tertinggal di perut ibunya,” tulisnya.
Ia juga menuding pihak puskesmas tidak menunjukkan empati maupun memberi penjelasan memadai.
“Kami hanya ingin tahu kenapa bisa seperti itu. Kepala bayi patah dan jatuh ke lantai, sementara badan masih di dalam. Apakah kakak kami dijadikan bahan praktik?” ungkapnya geram.
Kini, kasus tragis ini menjadi sorotan luas. Publik menunggu langkah tegas aparat penegak hukum dan tanggapan resmi dari pihak Puskesmas Pinangsori. | Al Pane*











