Kemendukbangga Bersama DPR Gaungkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas

Kemendukbangga Bersama DPR Gaungkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas
Kemendukbangga Bersama DPR Gaungkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas
banner 468x60

DEPOK, Radarjakarta.id – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI Ir Nuroji terus melakukan sosialisasi program Bangga Kencana, dalam hal ini Keluarga Berkualitas Indonesia Emas.

Sosialisasi dilaksanakan di Auditorium di Kawasan Limo Kota Depok pada Senin (29/9).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Direktur Bina Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga atau BKKBN
dr. Fabiola Tazrina Tazir mengatakan Kemendukbangga, berintikan Program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Pembangunan Keluarga dimulai dari pengasuhan keluarga terhadap bayi balita dan anak.

Ketahanan Keluarga bagi yang memiliki remaja dan lansia. Pasangan Usia Subur persiapannya di Keluarga Berencana.

Sedangkan kebijakan pengaturan penduduk di Kependudukan.

KB meliputi keputusan kedua pihak isteri dan suami.

“Suami sekaligus ayah berperan tidak hanya mencari nafkah tapi sangat penting pengaruhnya, ayah harus tahu kapan anak perempuannya haid, kenapa anaknya tiba-tiba emosi atau PMS.

Adanya kasus fatherless menyebabkan kenakalan pada remaja, disorientasi seksual, bullying.

“Untuk itu kami Kemendukbangga/BKKBN mempunyai GATI atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia,”katanya.

KB juga meliputi kesehatan reproduksi yaitu sistem, organ, dan fungsi reproduksi.

Sistem berlaku misalnya saat menstruasi, masa subur, namun pada perempuan tidak hanya organ reproduksi keterkaitan sistem reproduksi juga terkait dengan hormon dan otak perempuan, apabila stress akan mempengaruhi kondisi fisik dan mental seorang perempuan.

Sementara itu, pada calon pengantin harus melalukan pemeriksaan kesehatan tiga bulan sebelum pernikahan.

“Kenapa tiga bulan, agar kondisi dapat diperbaiki dan dapat dilihat perilaku-perilaku yang kurang sehat dari catin dapat dioptimalkan kondisinya membaik,”katanya.

Sehingga saat menikah dan hamil anak tidak stunting.

Pemeriksaan di antaranya lingkar lengan atas tidak boleh kurang dari 23,5 cm artinya kurang gizi, HB rendah dapat diberi zat besi (zinc).

Ibu menyusui tidak sembarangan konsumsi obat karena akan diserap darah dan ketika menyusui kandungan zatnya akan dikonsumsi bayi.

Ketika anak tumbuh balita, orangtua harus sudah mengedukasi pendidikan seksual seperti jangan dipegang area vital.

Ketika anak remaja, orangtua harus bisa menjelaskan pula informasi kesehatan remaja.

Misal ketika anak pubertas saat menstruasi harus mengganti pembalut min empat jam sekali.

Di lokasi sama, anggota Komisi IX Ir Nuroji menambahkan melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya remaja dan keluarga muda di Kota.Depok semakin sadar akan pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga demi menyongsong Indonesia Emas 2045

Tokoh Masyarakat Kecamatan Limo, Jamaludin sangat mendukung adanya kegiatan sosialisasi seperti yang dilakukan BKKBN dan Kemenkes di lingkungan Kec Limo dan sekitarnya.

Diharapkan para peserta dapat mendengarkan dan menyerap pesan para narsum.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.