JAKARTA, Radarjakarta.id – Aktivitas nasional Direktur Haidar Alwi Institute, Sandri Rumanama meminta Presiden Prabowo Subianto merambah kembali komposisi pengisian jabatan di Badan Gizi Nasional karena menurut dia tidak ada yang berkompoten dari 10 pejabat utama yang mengisi jabatan strategis di BGN.
“Mirislah dari 10 pejabat utama di Badan Gizi Nasional didominasi pensiunan TNI tanpa latar belakang ilmu pengetahuan tentang gizi,” ucap Sandri.
Sandri mengatakan jika diperhatikan data yang ada korban keracunan MBG mencapai 6.517 orang sejak Januari 2025 sampai saat ini.
Ia menjelaskan, pejabat-pejabat utama yang mengisi komposisi jabatan di BGN seharusnya dari kalangan profesional yang memiliki latar ilmu pengatahuan tentang gizi, sehingga bisa mengimbangi kerja-kerja birokrasi di Badan Gizi Nasional.
Sandri mengatakan bahwa penyerapan anggaran untuk Makan Gizi Gratis (MBG) juga belum maksimal serta pemantaun dan pengawasan juga belum maksimal di Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).
“Penyerapan anggaran terkesan lamban dari Rp71 triliun baru Rp13 triliun yang terserap, selain itu pemantauan dan pengawasan juga belum maksimal harus BGN membentuk Badan Pemantuan Gizi Daerah yang mengawasi dan memantau SPPG sehingga tidak ada lagi kasus keracunan MBG minimal bisa meminimalisir kasus yang ada saat ini,” papar dia.|Bemby*











