Kartel Bahari Mengamuk, BNN & Brimob Diserang Samurai dan Petasan

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Kampung Bahari, Jakarta Utara, mendadak berubah menjadi medan perang pada Rabu (5/11) siang. Penggerebekan markas kartel narkoba oleh tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Brimob Polda Metro Jaya berujung ricuh setelah kelompok pengedar melawan balik menggunakan senjata tajam, kembang api, hingga petasan. Suara ledakan dan teriakan warga membuat suasana mencekam seolah perang pecah di tengah pemukiman padat penduduk.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI, Brigjen Roy Hardi Siahaan, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memprediksi bakal ada perlawanan keras. “Kami sudah menganalisa sejak awal, dan benar saja, saat operasi dimulai, kelompok masyarakat yang terlibat dalam jaringan narkoba menyerang kami dengan samurai dan mercon,” ujarnya di Jakarta.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Aksi brutal tersebut membuat pasukan Brimob harus menembakkan gas air mata untuk memecah kerumunan. Namun, massa yang diduga suruhan kartel justru membalas dengan rentetan petasan dan lemparan batu dari atap rumah. Beberapa pelaku bahkan mengacungkan senjata tajam ke arah aparat, menciptakan ketegangan luar biasa di gang-gang sempit Kampung Bahari.

Meski situasi sempat tak terkendali, pasukan gabungan berhasil menaklukkan perlawanan. “Untungnya kami sudah siap menghadapi skenario terburuk. Tidak ada anggota yang terluka dan operasi tetap berjalan sesuai rencana,” tegas Brigjen Roy. Setelah situasi aman, aparat melanjutkan penyisiran ke titik-titik yang selama ini dikenal sebagai sarang peredaran sabu dan ekstasi.

Dalam penggerebekan besar ini, sebanyak 18 orang berhasil diringkus terdiri dari 17 pria dan satu perempuan. Mereka diduga kuat menjadi bagian dari jaringan pengedar dan pengguna aktif narkotika di kawasan utara Jakarta. Dari tangan para pelaku, petugas menyita sabu, ganja, ekstasi, alat isap, serta sejumlah senjata tajam yang digunakan untuk melawan aparat.

Saksi mata mengungkapkan, saat pasukan memasuki gang utama, suasana langsung kacau. “Petasan beruntun meledak, batu beterbangan, dan ada yang melompat dari atap sambil teriak-teriak,” kata warga sekitar yang menyaksikan penggerebekan dramatis itu. Petugas akhirnya berhasil menguasai lokasi setelah melepaskan gas air mata dan mengamankan titik-titik perlawanan.

BNN menegaskan bahwa penggerebekan ini merupakan bagian dari Operasi Terpadu Pemulihan Kawasan Rawan Narkotika, yang menargetkan wilayah padat dengan tingkat peredaran tinggi. Brigjen Roy memastikan, pihaknya akan terus memburu dalang besar yang masih bersembunyi di balik jaringan kartel narkoba Kampung Bahari. “Kami akan bersihkan wilayah ini sampai benar-benar bebas dari narkoba,” tegasnya.****

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.