JAKARTA BARAT, Radarjakarta.id – Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H., bertindak sebagai khatib dalam kegiatan Salat Jumat Keliling di Masjid Agung Al Muchlishin, Jalan Dr. Muwardi, Jakarta Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri untuk mempererat silaturahmi serta membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pesan keagamaan.
Kehadiran Kapolres di mimbar Jumat tidak hanya mencerminkan peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menjadi sarana menyampaikan pesan moral tentang pentingnya memperkuat keimanan, menjaga kerukunan, dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
Melalui momentum ibadah tersebut, masyarakat diajak menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah keberagaman.
Pesan mengenai kerukunan dan kepedulian sosial juga memiliki relevansi dengan upaya menjaga keamanan lingkungan. Partisipasi aktif masyarakat, komunikasi yang baik antarwarga, serta sikap saling menghormati dinilai menjadi unsur penting dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif.
Kegiatan Salat Jumat Keliling merupakan salah satu bentuk pendekatan yang mempertemukan kepolisian dengan masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dan terbuka. Melalui kegiatan keagamaan, komunikasi antara aparat kepolisian dan warga diharapkan semakin terjalin sehingga berbagai persoalan di lingkungan masyarakat dapat disikapi melalui dialog dan kebersamaan.
Pendekatan humanis tersebut menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Dengan terjalinnya silaturahmi yang kuat, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kondisi lingkungan, mengedepankan sikap toleransi, serta bersama-sama mencegah potensi gangguan kamtibmas.
Kegiatan di Masjid Agung Al Muchlishin ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya keseimbangan antara penguatan spiritual, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga ketenteraman lingkungan.***











