JAKARTA, Radarjakarta.id — Kapal perang Indian Coast Guard (ICG) Vigraha akhirnya bertolak dari Indonesia setelah lima hari menjadi pusat perhatian di kawasan Tanjung Priok. Kepergian kapal tersebut pada Jumat (5/12/2025) bukan sekadar agenda seremoni melainkan sinyal terbentuknya poros kekuatan maritim baru antara Indonesia dan India.
Upacara pelepasan yang berlangsung di Dermaga IKT TPT 4 dipimpin langsung Kolonel Bakamla Bella Nusa Bahari. Prosesi berjalan khidmat namun penuh tekanan geopolitik, mengingat kunjungan ini berada di tengah meningkatnya dinamika keamanan di Laut Indo-Pasifik.
Sejak mendarat di Indonesia pada Selasa (2/12), kapal yang dikomandani Capt. Aksai Kumar Mahaparta itu menjalankan agenda diplomatik berlapis. Pertemuan tertutup, kunjungan markas, hingga agenda strategis menjadi menu utama. Bahkan pada Rabu (3/12), delegasi ICG diterima langsung oleh jajaran pimpinan tinggi Bakamla RI di Markas Besar.
Deputi Kebijakan Strategis, Laksda Bakamla Didong Rio Duta Purwokuntjoro, memimpin pembahasan lanjutan Memorandum of Understanding (MoU) keamanan dan keselamatan laut, yang sebelumnya diperpanjang di New Delhi pada 27 Januari 2025. MoU tersebut menegaskan bahwa kedua negara siap berbagi sistem data maritim, memperkuat pelatihan personel, serta melakukan operasi bersama.
Tidak hanya bersifat formal, diplomasi maritim ini juga dihangatkan dengan jamuan makan malam eksklusif di atas kapal ICG Vigraha pada Selasa malam (3/12). Sekretaris Utama Bakamla RI, Laksda TNI Dr. Samuel H. Kowaas, hadir dan menegaskan bahwa pertemuan nonprotokoler seperti ini memainkan peran besar dalam membangun kepercayaan militer kedua negara.
Keberangkatan ICG Vigraha pagi ini disaksikan puluhan anggota Bakamla RI, sebagai simbol penghormatan sekaligus penguatan kemitraan bilateral. Momen itu disebut sebagai langkah simbolis menuju babak baru kerja sama keamanan lintas batas.
Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan diplomasi biasa—melainkan batu pijakan untuk operasi gabungan, pertukaran intelijen maritim, hingga teknologi keamanan laut dalam rangka menjaga alur strategis Indo-Pasifik dari ancaman penyelundupan, batas teritorial, hingga aktivitas ilegal lintas negara.
Dengan berlayarnya ICG Vigraha kembali ke laut internasional, Indonesia kini memasuki momentum penting. Kerja sama dengan India dinilai akan memperluas jaringan pertahanan maritim dan menjadi penentu stabilitas kawasan di tengah rivalitas global.
Kunjungan singkat ini menutup tahun dengan catatan sejarah dan membuka peluang besar bagi manuver strategis pada 2026.***











