JAKARTA, Radarjakarta.id – Kabel utilitas yang kusut dan menjuntai rendah di kawasan Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, kembali memicu keresahan. Pemandangan kabel listrik, telepon, hingga fiber optik yang berserakan di jembatan Kapuk bukan hanya merusak estetika kota, tapi juga nyata-nyata mengancam keselamatan warga.
Di lokasi, sejumlah kabel tampak melilit tiang jembatan, sebagian menjuntai rendah hingga menyentuh kali. Bahkan ada yang hanya berjarak sekitar 2,5 meter dari permukaan jalan. Situasi ini membuat warga harus ekstra hati-hati, sementara pengendara motor sering kali menunduk demi menghindari kabel yang melintang.
Nyaris Tewas karena Kabel
Sarinah (40), pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar jembatan Kapuk, menuturkan pengalaman mengerikan akibat kabel yang menjuntai.
“Pernah ada motor kesangkut kabel, sampai pengendaranya jatuh. Truk juga sering terseret kabel. Bahkan rak barang di mobil pernah copot gara-gara nyangkut,” ungkapnya, Jumat (3/10/2025).
Tak hanya itu, kondisi kabel semrawut juga pernah menimbulkan kebakaran. “Sudah sempat keluar api. Untung warga cepat padamkan. Kalau telat, habis semua,” tambahnya.
Hal serupa dialami Yahya (42), warga setempat yang kerap mengatur lalu lintas. Ia menyebut banyak pengendara motor nyaris celaka. “Kemarin ada yang nyangkut di leher pengendara, langsung jatuh. Untung belum ada yang kesetrum,” ujarnya.
Warga Bergerak, Pemerintah Lambat
Karena merasa diabaikan, warga akhirnya mengambil langkah darurat. Kabel-kabel diikat seadanya menggunakan tali, bahkan ada yang ditahan dengan penyangga bambu agar tidak terlalu rendah.
“Kalau nunggu petugas enggak kelar-kelar. PPSU pernah turun angkat kabel yang nyemplung ke kali, tapi hanya sementara,” kata Sarinah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kasudin Bina Marga Jakarta Utara, Hananto, menyatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk mengecek lokasi.
“Akan dilakukan pengecekan ke lapangan dan dikoordinasikan dengan instansi terkait,” ujarnya singkat.
Mendesak Ditertibkan
Kondisi kabel semrawut di jembatan Kapuk dinilai warga sudah di ambang bahaya. Selain mengganggu wajah kota, ancaman kecelakaan hingga kebakaran bisa terjadi kapan saja.
“Harusnya sudah dari dulu dirapikan. Jangan tunggu ada korban baru sibuk,” tegas Yahya.
Kabel kusut yang dibiarkan menahun ini menjadi bukti betapa lemahnya koordinasi antara pemerintah dan penyedia utilitas. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya warga Kapuk yang terancam, tapi juga citra Jakarta sebagai ibu kota negara.***











