TANGERANG, Radarjakarta.id – Pagi yang mestinya sibuk berubah mencekam. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta bertabrakan dengan sebuah truk di perlintasan dekat Stasiun Poris, tepat di lintas antara Poris–Batu Ceper. Benturan keras itu membuat satu rangkaian INKA EA203 anjlok dan kabel Listrik Aliran Atas (LAA) terputus—dua jalur sekaligus lumpuh.
Kereta bernomor perjalanan 806A dilaporkan tidak sempat menghindar ketika truk masih berada di rel. Dalam hitungan detik, perjalanan KA Bandara yang menghubungkan pusat kota dengan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta berubah menjadi insiden besar yang mengganggu mobilitas pagi hari.
“Terjadi gangguan operasional akibat tertemper truk. Perjalanan menunggu kondisi aman sebelum diberangkatkan kembali,” tulis pernyataan resmi KAI Commuter.
Jalur Hulu–Hilir Ditutup, Operasi Dirombak Total
Dampaknya langsung terasa. Jalur hulu dan hilir di lokasi kejadian ditutup sementara untuk evakuasi dan pemeriksaan rel. Sejumlah kebijakan darurat diberlakukan:
KA Bandara Soekarno-Hatta: seluruh perjalanan sementara dibatalkan.
Commuter Line Duri–Tangerang: hanya melayani hingga Stasiun Rawa Buaya.
Keberangkatan dari Stasiun Tangerang: dihentikan sementara.
Pola operasi sejumlah perjalanan diputar balik di Rawa Buaya untuk mengurai kepadatan.
Petugas gabungan melakukan penanganan cepat di lapangan guna memastikan jalur aman sebelum kembali dioperasikan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Alarm Keselamatan Perlintasan
Insiden ini kembali menyorot disiplin dan pengamanan perlintasan sebidang—titik rawan yang kerap memicu tabrakan antara kereta dan kendaraan berat. Di jam sibuk, satu kesalahan kecil bisa berujung lumpuhnya jaringan transportasi dan merugikan ribuan pengguna jasa.
Penumpang diimbau memantau kanal resmi KAI Commuter untuk pembaruan jadwal serta menyiapkan moda alternatif bila diperlukan.***











