Jenderal AS Caine Peringatkan Trump soal Risiko Serangan ke Iran

banner 468x60

WASHINGTON, Radarjakarta.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kini berada di persimpangan berbahaya terkait rencana serangan militer jangka panjang terhadap Iran. Para pejabat senior Pentagon memperingatkan potensi korban jiwa dari pasukan AS dan sekutu, menipisnya persediaan pertahanan udara, hingga kemungkinan konflik meluas di Timur Tengah, menurut laporan Kyiv Post, Selasa (24/2/2026).

Dalam laporan Wall Street Journal, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, memimpin diskusi internal di Pentagon dan Dewan Keamanan Nasional terkait skenario serangan. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump meminta berbagai opsi: menghancurkan fasilitas rudal dan nuklir Iran hingga menargetkan langsung kepemimpinan tertinggi Teheran, Ayatollah Ali Khamenei.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Di tengah persiapan, Caine disebut mengoordinasikan pengerahan kekuatan militer terbesar AS di Timur Tengah sejak invasi Irak, sambil tetap berhati-hati menilai konsekuensi dari operasi besar dan perubahan rezim. Seorang sumber Pentagon menyatakan, “Ia menahan diri untuk tetap memberikan nasihat militer profesional tanpa konflik langsung dengan presiden.”

Namun, juru bicara Staf Gabungan, Joe Holstead, menegaskan, “Caine tidak pernah menahan diri dalam membahas opsi militer yang bisa membahayakan pasukan.” Mantan pilot tempur F-16 ini dikenal jarang mengekspresikan opini pribadi, tetapi dipercaya oleh Trump dalam urusan operasi sensitif.

Sementara kekhawatiran publik soal potensi perang mencuat, Trump langsung membela Caine melalui media sosial Truth Social. Ia menegaskan bahwa laporan media yang menyebut jenderal top AS menentang perang adalah “100 persen tidak benar”. Trump menekankan, Caine hanya fokus pada satu hal: MENANG jika perang diperintahkan, dan telah memimpin serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu selama konflik 12 hari antara Teheran dan Israel.

Trump menambahkan, “Saya lebih memilih ada kesepakatan nuklir, tetapi jika tidak tercapai, konsekuensinya akan sangat serius bagi Iran.” Ia menuduh sebagian media menulis laporan “secara tidak benar dan sengaja menyesatkan” terkait potensi perang.

Dengan eskalasi retorika dan mobilisasi militer terbesar sejak era Irak, dunia kini menyoroti keputusan Trump dengan cemas. Risiko yang diperingatkan Pentagon jelas: perang terbatas pun dapat berubah menjadi bencana regional.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.