Melihat kebutuhan akan pemimpin yang berpihak pada kesehatan rakyat, platform Pilihan Tanpa Beban (https://pilihantanpabeban.id/) milik IYCTC hadir sebagai ‘alat bantu’ informasi berbasis data yang ditujukan agar masyarakat dapat mengetahui rekam jejak kandidat, baik calon kepala daerah maupun anggota legislatif terhadap pengendalian rokok di Indonesia.“Melalui kanal ini, kami telah memetakan sikap dan komitmen 37 pasangan calon gubernur serta 580 anggota DPR RI periode 2024-2029 terhadap kebijakan pengendalian rokok. Inisiatif ini menjadi bentuk kontribusi generasi muda dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas di era demokrasi digital,” sambung Shella.
Namun, tantangan besar masih ada. Data laporan dari Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) menunjukkan indeks gangguan industri rokok di Indonesia pada 2023 mencapai 84 poin, meningkat dari dua tahun sebelumnya. Laporan ini mengungkap betapa besar pengaruh industri rokok dalam ranah politik. Ditambah lagi, beban ekonomi akibat konsumsi rokok bahkan jauh melampaui pendapatan dari cukai, sementara Indonesia mendapat cap sebagai baby smokers karena tingginya jumlah perokok usia dini. “Pilihan Tanpa Beban bukan untuk mendukung atau menjatuhkan kandidat tertentu, melainkan menjadi alat untuk mendorong pemilih lebih kritis. Kami percaya bahwa transparansi adalah langkah pertama untuk menuju demokrasi yang lebih sehat dan platform ini dirancang agar pemilih, terutama generasi muda, dapat membuat keputusan berdasarkan data yang transparan,” ungkapnya.
Meskipun demikian, proses pemilihan pemimpin tidak hanya bergantung pada satu isu spesifik. Platform seperti Kawula17.id menghadirkan pendekatan politik berbasis edukasi yang melibatkan pemilih muda secara inklusif dan relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Menyambut Pilkada 2024, Kawula17.id meluncurkan #KuisPilkada, sebuah kuis interaktif yang membantu pemilih mengetahui program gubernur yang paling sesuai dengan preferensi politiknya. Maria Angelica Christy, Program Manager Kawula17.id, menjelaskan bahwa inisiatif seperti kuis interaktif yang telah mereka luncurkan bertujuan mempermudah pemilih muda memahami visi dan misi kandidat gubernur di provinsinya. “Kami ingin memberikan pengalaman edukasi politik yang menyenangkan namun tetap informatif bagi pemilih. Dengan kuis ini, pemilih di 20 provinsi dapat lebih memahami visi-misi dan program kandidat gubernur untuk mengentaskan isu-isu penting di daerahnya,” jelas Angel.
Kawula17.id memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk meningkatkan akses informasi bagi pemilih muda. “Kami ingin mendorong pengguna media sosial, terutama anak muda, untuk mendekatkan diri dengan isu dan informasi politik. Tujuannya, agar masyarakat sadar bahwa politik itu selalu dekat dengan kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Di akhir sesi, organisasi-organisasi ini kembali menekankan urgensi pentingnya melihat seorang pemimpin dari berbagai sudut pandang yang lebih luas. Rekam jejak, keberpihakan terhadap kepentingan publik, dan visi jangka panjang kandidat harus menjadi pertimbangan utama. Memilih pemimpin bukan hanya soal satu isu spesifik, tetapi memastikan bahwa setiap kebijakan yang dibuat mencerminkan kebutuhan masyarakat secara luas, dari kesehatan, stabilitas ekonomi, lingkungan, kesejahteraan sosial, pendidikan, ketahanan pangan, hak asasi manusia, infrastruktur dan teknologi serta aspek lainnya. Momentum Pilkada adalah kesempatan emas bagi masyarakat untuk menuntut haknya kepada para pemimpin dalam membentuk masa depan daerah yang lebih sejahtera dan inklusif, di mana kedaulatan rakyat diwujudkan untuk menentukan arah pembangunan yang lebih baik.| Ojay*











