Jelang Imlek, Pedagang Hiasan dan Kuliner Tionghoa Padati Pasar Laris Kalideres

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Aura perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kian terasa kuat di Pasar Laris Taman Surya 5, Kalideres, Jakarta Barat. Sejak beberapa hari terakhir, kawasan pasar rakyat ini berubah drastis bak lautan merah menyala. Pedagang hiasan Imlek hingga penjual makanan khas Tionghoa memadati kios, lapak, dan sudut-sudut pasar.

Lampion merah berbagai ukuran, angpao bermotif shio, gantungan keberuntungan, ornamen naga, hingga dekorasi rumah bernuansa emas menjadi pemandangan dominan dan langsung mencuri perhatian pengunjung.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Tak hanya itu, aroma kue keranjang, jajanan khas Imlek, serta beragam kuliner Tionghoa turut menambah daya tarik. Suasana pasar pun tampak ramai sejak pagi hingga sore hari.

Keramaian Pasar Laris Taman Surya 5 bahkan disebut-sebut warga sebagai “pecinan dadakan” di wilayah Kalideres. Pengunjung tak hanya datang dari sekitar lokasi, tetapi juga dari luar wilayah Jakarta Barat. Mereka berburu kebutuhan Imlek sekaligus menikmati atmosfer perayaan yang kental dan kini jarang ditemui di pasar tradisional.

Salah satu pedagang kue keranjang atau yang akrab disebut dodol Cina, Ci Ayung (48), mengungkapkan bahwa lonjakan pembeli biasanya terjadi menjelang hari raya Imlek.

“Biasanya peningkatan pembeli mulai terasa di awal Februari,” ujarnya kepada Radarjakarta.id, Jumat (30/1).

Ayung menambahkan, pada perayaan Imlek tahun sebelumnya, jumlah pengunjung membludak.
“Kalau sudah mendekati Imlek seperti tahun lalu, pengunjung sangat ramai. Omzet pasti meningkat tajam,” pungkasnya.

Viral di Media Sosial

Fenomena “pecinan dadakan” di Pasar Laris Taman Surya 5 tak hanya ramai secara fisik, tetapi juga mencuri perhatian di dunia digital.

Pantauan Radarjakarta.id di Instagram menunjukkan puluhan unggahan reels yang menampilkan padatnya pengunjung, deretan pedagang bertema Imlek, serta dominasi warna merah yang mencolok.

Di TikTok, video singkat pengunjung berburu hiasan Imlek ramai beredar dengan keterangan heboh seperti “Kalideres serasa Glodok” hingga “Belanja Imlek nggak perlu jauh-jauh”.

Sementara itu, YouTube Shorts memperlihatkan suasana pasar pada malam hari yang semakin semarak dengan cahaya lampion dan hiruk-pikuk transaksi kuliner.

Platform X (Twitter) pun turut diramaikan cuitan warga yang membagikan pengalaman berkunjung, lengkap dengan foto kios Imlek serta komentar mengenai harga yang dinilai masih terjangkau.

Pedagang Panen, Ekonomi Lokal Menggeliat

Sejumlah pedagang mengakui lonjakan pembeli sudah mulai terasa signifikan dibanding hari biasa. Momentum Imlek menjadi berkah tersendiri, baik bagi pedagang musiman maupun pemilik kios tetap.

Banyak pedagang sengaja menambah stok hiasan dan makanan khas Imlek untuk mengantisipasi puncak kunjungan jelang hari raya. Perputaran uang di pasar pun meningkat, ikut menggerakkan roda ekonomi lokal.

Fenomena di Pasar Laris Taman Surya 5 ini sejalan dengan tren di sejumlah titik Jakarta yang mulai dipenuhi atribut Imlek. Namun, keunikan Kalideres terletak pada tumbuhnya keramaian secara organik dari pasar rakyat, bukan dari pusat perbelanjaan modern.

Simbol Perayaan dan Toleransi

Lebih dari sekadar aktivitas jual beli, ramainya Pasar Laris Taman Surya 5 mencerminkan hidupnya perayaan budaya dan semangat toleransi di tengah masyarakat perkotaan. Warga dari berbagai latar belakang tampak larut menikmati kemeriahan Imlek sebagai perayaan bersama.

Dengan antusiasme yang terus meningkat serta sorotan luas dari media sosial, Pasar Laris Taman Surya 5 diprediksi menjadi salah satu titik keramaian Imlek paling mencolok di Jakarta Barat tahun ini.

Pasar Laris kini tak sekadar pasar rakyat, melainkan panggung perayaan Imlek yang tengah viral.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.