Presiden KAI, Nasrullah Nawawi didampingi Sekjen Antoni di TPU Tanah Kusir Jakarta.
RADAR JAKARTA|Jakarta — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-17, Kongres Advokat Indonesia (KAI) membuka rangkaian peringatan dengan sebuah langkah simbolik nan penuh makna: berziarah ke makam dua tokoh pendirinya, almarhum Adnan Buyung Nasution dan almarhum H. Indra Sahnun Lubis, di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Kamis (29/5/2025).
Presiden DPP KAI Nasrullah Nawawi didampingi Antoni menuturkan bahwa kegiatan Ziarah kubur hari ini sebagai bentuk penghormatan kepada jasa-jasa pendiri KAI.
“Hari ini Kita ziarah Kemakam Almarhum Adnan Buyung Nasution dan almarhum Indra Sahnun Lubis sebagai bentuk penghormatan kita KAI atas jasa-jasa beliau yang mendirikan advokat dan warna kepada advokat- advokat yang ada saat ini,” kata Nasrullah, Kamis (29/5).

Di tengah keheningan dan haru, Presiden KAI, Nasrullah Nawawi memimpin langsung ziarah didampingi Sekjen Antoni dan Penasihat KAI Erman Umar serta sejumlah advokat senior dan anggota dari berbagai wilayah.
Namun ziarah ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah seruan moral, pengingat sejarah, dan peneguhan arah perjuangan hukum Indonesia ke depan.
“Adnan Buyung Nasution adalah lebih dari pendiri. Ia simbol keberanian dan keadilan yang hidup dalam hati setiap advokat. Ziarah ini adalah janji kami untuk tidak melupakan arah,” ujar Erman Umar, penuh keteguhan.
Mendorong Gelar Pahlawan Nasional
Dalam momentum khidmat ini, KAI juga secara tegas menyuarakan dukungan agar Adnan Buyung Nasution dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Alasannya jelas: pengabdian totalnya dalam memperjuangkan hak asasi manusia, membela kaum lemah, dan menjaga integritas hukum di tengah tekanan kekuasaan, adalah warisan yang layak diabadikan negara.

Ziarah Jadi Titik Awal Semangat Baru
Ziarah ini menjadi pembuka dari serangkaian kegiatan besar menuju puncak peringatan HUT KAI ke-17 yang akan digelar pada 30 Mei 2025 di Hotel Ciputra, Jakarta Barat. Acara puncak dijadwalkan akan dihadiri tokoh-tokoh nasional, praktisi hukum, serta ratusan advokat dari seluruh penjuru Tanah Air.
KAI menegaskan kembali komitmennya untuk:
• Menjaga supremasi hukum
• Menegakkan independensi profesi advokat
• Melanjutkan semangat juang para pendirinya dalam membangun sistem hukum yang adil, bermartabat, dan berpihak pada rakyat.
Warisan Adnan Buyung Jadi Kompas Perjuangan
Ziarah ini mengangkat kembali sosok Buyung sebagai kompas moral perjuangan hukum Indonesia. Ia bukan hanya milik sejarah, tapi juga menjadi inspirasi masa depan: tentang bagaimana hukum seharusnya berdiri tegak, bukan untuk kekuasaan, melainkan untuk keadilan.
“Warisan Adnan Buyung adalah keberanian melawan arus demi rakyat. Itulah semangat yang terus kami hidupkan di tubuh KAI,” pungkas Nasrullah.
KAI tidak sekadar mengenang. KAI melanjutkan perjuangan. Dan hari ini, ziarah itu adalah awal dari gerakan yang lebih besar. | Faisal*










