KUTABUMI, Radarjakarta.id – Sebuah lubang menganga di jalan raya Taman Kutabumi Kecamatan Pasarkemis Kabupaten Tangerang mendadak jadi teror nyata bagi pengendara. Diameter mencapai 50 sentimeter dengan kedalaman sekitar 15 sentimeter, lubang tersebut disebut sudah “memakan” sedikitnya tujuh korban dalam beberapa hari terakhir.
Ironisnya, lokasi lubang berbahaya itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari Pos Polisi Kutabumi. Fakta ini membuat warga semakin geram.
Mereka mempertanyakan mengapa kerusakan jalan yang jelas membahayakan keselamatan publik itu belum juga ditangani, padahal berada sangat dekat dengan kantor aparat.
Yang paling memilukan, seorang ibu yang membonceng anaknya ikut terjatuh saat roda depan motornya mendadak masuk ke dalam lubang. Keduanya terhempas ke aspal dan mengalami luka di bagian lutut serta kaki dan tangannya lecet. Warga menyebut kejadian itu terjadi begitu cepat hingga tak sempat dihindari.
“Sudah banyak yang jatuh. Motor rusak juga ada. Ini bukan lubang kecil, ini seperti jebakan di tengah jalan,” ujar seorang warga dengan nada kesal.

Pelajar SMA Jadi Pahlawan Jalanan
Di tengah keresahan itu, aksi terpuji justru datang dari seorang pelajar SMA yang juga sempat menjadi korban. Tanpa menunggu respons pihak berwenang, ia berinisiatif memasang tanda darurat menggunakan kayu dan kantong plastik sebagai penanda agar pengendara bisa melihat dan menghindari lubang tersebut.
Langkah sederhana itu dinilai sangat membantu dan mencegah kecelakaan susulan, terutama pada malam hari.
“Untung anak sekolah berinisiatif pasang rambu di situ, kalau nggak pasti banyak korban lagi yang nyusep,” ungkap Bewok (37), juru parkir di gerai Alfamart sekitar lokasi, kepada Radarjakarta.id, Rabu malam (18/2).
Warga: Jangan Tunggu Korban Jiwa
Warga mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait agar segera turun tangan. Mereka meminta perbaikan permanen atau setidaknya penutupan sementara sebelum kembali memakan korban.
“Pos polisi saja dekat, cuma 50 meter. Masa lubang sebesar itu dibiarkan? Jangan tunggu ada korban jiwa baru sibuk,” tegas salah satu tokoh masyarakat.
Kondisi ini dinilai bukan sekadar soal jalan rusak, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat luas. Arus kendaraan di kawasan Kutabumi dikenal padat, dilintasi pelajar, pekerja, hingga ibu rumah tangga setiap hari.
Kini warga menanti tindakan nyata. Lubang selebar 50 sentimeter itu bukan hanya merusak kendaraan, tetapi juga mengancam nyawa. ***











