JAKARTA, Radarjakarta.id — Arus lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya benar-benar lumpuh pada Jumat (31/10/2025) sore hingga malam. Ribuan kendaraan terjebak macet di ruas Jalan Lingkar Luar Jakarta dan Daan Mogot, Cengkareng, akibat insiden truk pengangkut alat berat anjlok ke parit di kawasan Kosambi, Tangerang. Peristiwa tunggal itu menimbulkan efek domino hingga membuat kendaraan dari arah Grogol menuju Kalideres nyaris tak bergerak selama berjam-jam.
Hujan deras sejak sore memperburuk keadaan. Jalanan yang licin dan sempit membuat mobil, truk, dan motor berhimpitan tanpa celah. Beberapa pengendara bahkan memilih berteduh di jembatan penyeberangan orang. “Sudah dari jam empat sore belum nyampe juga. Semua jalur merah di Google Maps,” keluh Abi Mannyu (21), pengendara motor asal Ciputat.
Taufik (36), sopir mobil boks asal Meruya, juga mengaku terjebak lebih dari dua jam. “Macetnya parah banget, enggak gerak sama sekali,” ujarnya. Sementara petugas kepolisian tampak berupaya mengatur arus dengan pengeras suara, namun volume kendaraan yang menumpuk dari berbagai arah membuat jalan tak kunjung terurai.
Menurut AKP Sudarmo, KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, kemacetan panjang ini murni akibat insiden di wilayah Tangerang. “Truk pengangkut alat berat mogok dan anjlok sejak pagi di Kosambi. Evakuasinya sulit karena perlu crane besar. Imbasnya menjalar sampai Cengkareng,” jelasnya. Hingga malam, proses evakuasi masih berlangsung dan arus lalu lintas belum pulih.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Hujan lebat pada Kamis malam (30/10) menyebabkan banjir setinggi satu meter di kawasan Kemang Raya hingga menghambat arus kendaraan. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan, kemacetan melanda hampir semua titik utama Jakarta. “Wilayah selatan paling parah, terutama Kemang dan Bangka, karena ada genangan,” ujarnya.
Kombes Komarudin menambahkan, petugas telah disebar di berbagai simpul kemacetan seperti Pancoran, Prapanca, dan Antasari untuk mengurai kepadatan. “Pelambatan terjadi karena genangan air cukup tinggi. Seluruh personel dikerahkan untuk memperlancar arus,” katanya. Meski begitu, lalu lintas masih tersendat akibat padatnya volume kendaraan saat jam pulang kerja.
Fenomena ini kembali menegaskan rapuhnya sistem transportasi ibu kota yang bergantung pada satu jalur utama tanpa alternatif memadai. Volume kendaraan tinggi, kapasitas jalan terbatas, dan lambatnya penanganan insiden menjadi kombinasi klasik yang berulang. “Kalau bisa jalannya dilebarkan atau truk besar dilarang lewat jam padat,” ujar Abi berharap.***











