Isu Panas! Kapolri di Ujung Tanduk: Antara Prestasi dan Manuver Politik

banner 468x60

Haidar Alwi: “Kejahatan Tak Lagi Nyaman di Era Jenderal Listyo Sigit!”

JAKARTA, Radarjakarta – Aroma ketegangan tercium kuat di balik rumor panas soal pergantian pucuk pimpinan Polri. Dalam sepekan terakhir, desas-desus pergantian Kapolri kembali mencuat ke permukaan. Nama-nama besar seperti Komjen Rudy Heriyanto dan Irjen Rudi Darmoko mulai beredar sebagai kandidat pengganti. Tapi publik bertanya: benarkah ini sekadar rotasi biasa, atau ada pihak-pihak yang mulai tak nyaman dengan “tangan besi” Jenderal Listyo Sigit Prabowo?

Pendiri Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi, angkat suara dengan pernyataan yang bikin geger:

“Yang ingin Kapolri diganti, kemungkinan besar adalah mereka yang resah karena sudah tidak bisa lagi bersembunyi di balik jas, dasi, atau ormas!”

Operasi Besar-besaran: 10 Ribu Preman Disikat Habis!

Kapolri Jenderal Listyo Sigit bukan sosok biasa. Hanya dalam 25 hari, Polri menangkap lebih dari 10 ribu preman, mulai dari tukang palak di jalanan hingga aktor intelektual berseragam ormas dan elite berkedok rapi.

Tak ayal, rumor pergantian pun mencuat tepat setelah gebrakan tersebut. Publik pun mulai bertanya-tanya:
Siapa yang merasa terancam? Siapa yang bermain di balik rumor ini?

Tak Tersentuh Kini Tersentuh: Ormas Raksasa, Parpol Besar, hingga Tokoh Dekat Kekuasaan

Haidar menyinggung satu fakta yang tak bisa diabaikan:

“Baru di era Jenderal Sigit, kita menyaksikan bagaimana kader partai besar, pimpinan ormas besar, hingga tokoh yang punya akses kekuasaan, semua bisa disentuh hukum.”

Dalam banyak kasus, keterlibatan penyidik Polri di KPK menjadi kunci pembongkaran kasus-kasus kakap. Tidak ada lagi “untouchables” di negeri ini dan justru inilah yang membuat pihak-pihak tertentu kalang kabut.

Siapa di Balik Rumor? Dendam Politik & Cek Ombak

Menurut Haidar, rumor ini bukan murni soal kinerja. Ada unsur politis yang kental. Kelompok-kelompok yang tak puas terhadap Presiden Jokowi dan kecewa karena Prabowo mempertahankan warisan beliau termasuk Jenderal Listyo Sigit disinyalir bermain di belakang layar.

“Mereka ingin menjatuhkan simbol kekuatan hukum yang independen. Ini bukan soal siapa jadi Kapolri, tapi siapa yang bisa dikendalikan dan siapa yang harus disingkirkan.”

Selain itu, Haidar juga menyebut bahwa rumor ini bisa saja digunakan sebagai media “cek ombak” untuk mengukur respons publik dan menyiapkan panggung bagi tokoh tertentu, atau bahkan menjadikan mereka kambing hitam.

Kepemimpinan Jenderal Sigit: Didukung Publik, Diakui Dunia

Fakta tak bisa dibantah. Survei Indikator Politik Indonesia menyebut mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri saat ini. Bukan hanya soal pemberantasan premanisme, tapi juga keberanian menghadapi kelompok-kelompok yang selama ini “tak tersentuh”.

“Tak ada satu pun alasan logis untuk mengganti Jenderal Sigit saat ini. Kecuali kalau tujuannya memang melemahkan penegakan hukum,” tegas Haidar.

Siapa Takut pada Polisi Tegas?

Dalam situasi seperti ini, publik patut waspada. Jika pemimpin bersih dan tegas justru diincar untuk digulingkan, maka pertanyaannya:
Apakah negeri ini sedang dikuasai oleh hukum, atau oleh mereka yang takut pada hukum?

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.