JAKARTA, Radarjakarta.id – Drama suksesi Kapolri kembali jadi sorotan tajam publik. Nama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mendadak mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Isu ini sontak membuat jagat politik dan kepolisian bergolak.
Suyudi, yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BNN pada Agustus 2025, kini jadi pusat perhatian. Kariernya yang cemerlang, kepemimpinannya yang dikenal tegas sekaligus humanis, serta integritas tanpa kompromi membuat banyak pihak menilai ia layak menduduki kursi Tribrata 1, pucuk tertinggi di Polri.
Namun, Suyudi dengan tegas membantah isu tersebut.
“Isu itu tidak benar ya. Saat ini saya sedang fokus dengan tugas sebagai Kepala BNN RI. Tolong dukung saya,” tegasnya di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Meski sudah membantah, publik terlanjur ramai membicarakan sosoknya. Apalagi, kabar tentang beredarnya surat presiden (surpres) terkait pergantian Kapolri sempat membuat suasana semakin panas. Isu itu bahkan dikaitkan dengan meningkatnya tensi politik dan gelombang demonstrasi yang berujung ricuh di beberapa daerah.
Istana dan DPR Membantah
Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi langsung meluruskan rumor tersebut.
“Belum ada surpres yang dikirimkan ke DPR mengenai pergantian Kapolri. Jadi kabar itu tidak benar,” ujar Prasetyo.
Senada, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, juga membantah adanya surat resmi terkait pergantian Kapolri.
“Kami belum menerima kabar apapun. Kalau pun ada, itu kewenangan penuh presiden,” katanya.
Rekam Jejak Suyudi
Lahir di Yogyakarta, 10 Juli 1969, Suyudi dikenal sebagai perwira pekerja keras sejak lulus Akpol 1991. Kariernya menanjak dari Kapolres Bogor, Kapolresta Depok, Kapolda Sultra, hingga Kapolda DIY. Di tiap penugasan, ia dikenal tegas, disiplin, namun tetap dekat dengan masyarakat.
Kini, sebagai Kepala BNN, tantangan yang ia hadapi sangat berat: membongkar jaringan narkoba internasional, mendorong revisi UU Narkotika, hingga menyelamatkan generasi muda dari jerat narkoba.
Sosok yang Diincar Publik
Pengamat menilai, wajar jika nama Suyudi muncul dalam bursa Kapolri. Ia dianggap sebagai figur reformis, berintegritas, dan mampu memulihkan citra Polri yang belakangan kerap disorot publik.
“Kalau Presiden Prabowo benar-benar menunjuk Suyudi, Polri bisa mendapatkan pemimpin yang bukan hanya tegas, tapi juga humanis,” kata seorang analis kepolisian.
Publik Menunggu Kejutan
Meski Suyudi membantah, geliat politik tidak pernah sepi dari kejutan. Nama-nama lain juga beredar di bursa pengganti Kapolri, tapi publik tampaknya paling penasaran pada sosok Kepala BNN ini.
Apakah bantahannya hanya strategi menjaga fokus di BNN, atau justru sinyal adanya manuver politik besar?
Publik kini menunggu langkah Presiden Prabowo Subianto: apakah tetap mempertahankan Listyo Sigit Prabowo, atau mengguncang institusi Polri dengan menunjuk wajah baru di kursi Kapolri.
Satu hal yang pasti, isu Kapolri kini jadi bola panas yang terus menggelinding liar di ruang publik.***










