Insiden Aksi Mahasiswa di Mabes Polri, Polri Ingatkan Etika Demo

banner 468x60

JAKARTA, RadarJakarta.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi di depan Mabes Polri, Jumat (27/2/2026). Aksi penyampaian pendapat di muka umum tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian di kawasan strategis ibu kota.

Dalam pelaksanaan pengamanan, ribuan personel gabungan diterjunkan untuk memastikan jalannya aksi tetap aman dan kondusif. Aparat kepolisian terlihat tidak menggunakan perlengkapan pengendalian massa secara lengkap sebagaimana lazimnya. Sebaliknya, personel yang bertugas mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta sikap profesional saat berjaga di berbagai titik, termasuk di sekitar objek vital nasional dan pusat aktivitas masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Aksi unjuk rasa ini diikuti oleh massa mahasiswa yang menyuarakan aspirasi mereka secara terbuka. Aparat Polri memastikan bahwa pengamanan dilakukan dengan tetap menghormati hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di ruang publik, sebagaimana dijamin undang-undang.

Namun demikian, sebuah insiden yang terekam dalam video dan beredar luas di media sosial turut menyita perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang mahasiswi beralmamater kuning mengambil kain penutup kepala milik salah satu personel Polwan yang bertugas sebagai negosiator. Kain putih tersebut kemudian dicoret dengan tulisan bernada tidak pantas, lalu didokumentasikan oleh yang bersangkutan.

Dalam video yang sama, terdengar teriakan mahasiswa yang diarahkan kepada aparat. Meski demikian, personel kepolisian tetap fokus menjalankan tugas pengamanan dan tidak terpancing provokasi, demi menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan bahwa Polri menjunjung tinggi kebebasan menyampaikan pendapat sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan dengan tetap mengedepankan etika, norma, dan saling menghormati.

“Polda Metro Jaya menurunkan kurang lebih 3.093 personel pengamanan. Personel ini disebar di sejumlah titik karena terdapat objek vital nasional, seperti kantor PLN, pusat keramaian, pasar, serta aktivitas masyarakat yang harus tetap dijaga keamanannya,” ujar Budi kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Budi menjelaskan, pola pengamanan yang diterapkan mengedepankan pendekatan humanis dan memperhatikan prinsip hak asasi manusia (HAM). Menurutnya, tindakan mengambil serta mencoret atribut dinas Polwan tidak dapat dibenarkan, karena atribut tersebut merupakan bagian dari kelengkapan berpakaian resmi sekaligus berfungsi sebagai penutup aurat.

“Cara menyampaikan aspirasi hendaknya tetap menjunjung tinggi nilai kesopanan, etika, dan saling menghormati. Terlebih saat ini berada di bulan suci Ramadan, mari kita jaga suasana tetap sejuk dan kondusif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Budi memastikan bahwa Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menjamin perlindungan hukum bagi setiap elemen mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Ia juga mengajak seluruh peserta aksi untuk kooperatif, mengedepankan dialog, serta mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menegaskan bahwa aspirasi adik-adik mahasiswa dilindungi oleh undang-undang. Polri hadir untuk memastikan penyampaian pendapat tersebut dapat berlangsung secara aman, tertib, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.