Indonesia Poros Baru Dunia: Diplomasi Prabowo Memikat Barat dan Selatan Global

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Di tengah dunia yang kian terbelah antara dominasi Amerika Serikat dan kebangkitan blok BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan), Indonesia memilih jalannya sendiri. Presiden Prabowo Subianto mengukir arah baru bagi diplomasi Indonesia: tidak terjebak pada kutub kekuasaan, tetapi aktif membangun jembatan di antara keduanya.

Dalam hitungan bulan setelah dilantik, Prabowo langsung bergerak cepat. Ia menjalin komunikasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Hasilnya bukan hanya simbolik, melainkan konkret: kerja sama strategis, kesepakatan dagang miliaran dolar, hingga penguatan posisi Indonesia di panggung global.

Lobi Bisnis ke Trump, Solidaritas ke Macron

Dalam pembicaraan dengan Trump, Prabowo menolak tunduk pada kebijakan tarif impor tinggi terhadap produk Indonesia. Sebaliknya, ia berhasil membalikkan keadaan. AS setuju menurunkan tarif dari 32% menjadi 19%, membuka kesepakatan dagang senilai USD 34 miliar, termasuk pembelian pesawat Boeing dan energi AS. Kesepakatan ini diumumkan langsung oleh Trump—menegaskan keseriusan dan keberhasilan lobi Indonesia.

Namun diplomasi Prabowo tak hanya condong ke satu kutub. Dalam pertemuan dengan Macron di Istana Élysée, Prabowo menegaskan posisi Indonesia atas konflik Timur Tengah. Ia mengangkat isu Palestina dan pentingnya solusi dua negara sebagai prinsip keadilan internasional. Ini menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia tetap berpegang pada nilai kemanusiaan dan hukum internasional.

Multi-Track Diplomacy: Strategi Baru Indonesia

Pengamat menilai langkah Prabowo sebagai bentuk dari diplomasi multi-track pendekatan lintas sektor yang menggabungkan kekuatan negara, bisnis, dan masyarakat sipil. Dalam dunia yang telah menjadi multipolar, strategi ini dianggap sebagai keniscayaan.

“Indonesia bukan lagi hanya price taker, tapi mulai menjadi price maker dalam percaturan global,” ujar perwakilan Partai Golkar, salah satu partai pendukung pemerintahan. Ia menambahkan, “Kita tidak hanya menyesuaikan diri dengan arah angin dunia, kini kita adalah angin itu.”

Prabowo dinilai membawa pendekatan unik dalam politik luar negeri: bukan sekadar berdiplomasi lewat pidato dan teks, tetapi melalui pengalaman militer, jejaring bisnis global, dan hubungan personal lintas negara. Pendekatan ini disebut mampu memberikan ruang manuver yang luas dalam menghadapi ketegangan global.

Risiko dan Reputasi: Menari di Dua Kutub

Tentu, strategi multi-kutub ini bukan tanpa risiko. Menjaga kredibilitas di mata Barat sambil tetap disegani di Selatan Global bukan tugas mudah. Tetapi justru di sanalah letak nilai strategi Prabowo: fleksibel tanpa kehilangan prinsip, bersahabat tanpa kehilangan arah.

Kombinasi antara kekuatan lunak dan lobi keras inilah yang kini mulai membentuk wajah baru diplomasi Indonesia: aktif, adaptif, dan berani menentukan arah. Dari perbincangan telepon hangat dengan Trump, hingga jamuan malam penuh makna bersama Macron, dari investasi strategis hingga solidaritas bagi Palestina—semua merangkai narasi tunggal bahwa Indonesia bukan pengikut, melainkan pembentuk aturan.

Jakarta Menuju Panggung Utama

Di tengah gejolak global, Indonesia kini tampil sebagai aktor strategis. Jakarta mulai dilirik, bukan hanya sebagai ibu kota negara berkembang, tetapi sebagai salah satu poros stabilitas global. Prabowo berjalan tenang, membawa kehormatan Indonesia di antara denting konflik global yang gaduh.

Selamat datang di babak baru diplomasi Indonesia. Sebuah babak di mana kekuatan bukan hanya soal senjata dan sanksi, tetapi soal kejelian membaca zaman dan membentuk masa depan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.