Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza, PBNU Dukung

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  – Di tengah ketegangan geopolitik global dan krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza, Indonesia kembali menunjukkan komitmennya sebagai penjaga nilai-nilai perdamaian dunia.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza menjadi sorotan internasional dan dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat suara kemanusiaan, khususnya bagi rakyat Palestina.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Langkah tersebut mendapat dukungan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Namun demikian, PBNU juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika dan kepentingan tersembunyi yang kerap menyertai forum-forum internasional berskala global.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa setiap inisiatif perdamaian internasional hampir selalu berada dalam pusaran kepentingan politik negara-negara besar. Oleh sebab itu, Indonesia dituntut untuk hadir dengan sikap yang tegas, jernih, dan berorientasi pada keadilan.

“Kita tahu bahwa di dalam forum seperti ini pasti ada banyak kepentingan. Kepentingan Israel pasti ada, tidak mungkin tidak,” ujar Gus Yahya saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, perdamaian yang adil dan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh kepentingan yang saling berseberangan dibuka ke ruang dialog secara setara. Dalam konteks itulah, kehadiran Indonesia menjadi sangat krusial sebagai pihak yang secara konsisten dan aktif menyuarakan aspirasi rakyat Palestina.

“Bagaimana mungkin perdamaian bisa tercapai jika kepentingan yang berbeda-beda itu tidak didialogkan. Jika ada pihak yang mewakili kepentingan Israel, Amerika, dan negara besar lainnya, maka harus ada aktor yang benar-benar memperjuangkan kepentingan Palestina,” tegasnya.

PBNU memandang keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza bukan sekadar partisipasi simbolik, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan politik untuk terus memperjuangkan keadilan, kemerdekaan, dan hak-hak dasar rakyat Palestina.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia serta memiliki rekam jejak panjang dalam diplomasi damai dan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia diharapkan mampu memainkan peran strategis, konsisten, dan berpengaruh dalam setiap proses perdamaian internasional.

Atas dasar tersebut, PBNU menyatakan dukungan penuh terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Board of Peace Gaza, dengan catatan Indonesia harus tampil sebagai suara penyeimbang yang berpihak pada kemanusiaan dan keadilan global.

“Saya sangat mendukung agar Presiden Prabowo Subianto menjalankan peran ini dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai dari waktu ke waktu kita justru absen dalam setiap ikhtiar untuk membantu Palestina,” pungkas Gus Yahya.

Keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza sekaligus menegaskan posisi Indonesia di panggung dunia sebagai negara yang konsisten mengedepankan perdamaian, solidaritas kemanusiaan, dan keadilan global, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. | Guffe*

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.